Baca dan Pahami Alfatihah, Yasri Hadirkan Dosen Ilmu Qiraah dari Al Azhar Mesir

PASUNDANEKSPRES.ID - Yayasan Yasri Purwakarta yang menaungi TKIT, SDIT dan SMPIT Cendekia serta SMK Farmasi dan SMK Bina Budi menghadirkan Dosen Ilmu Qiraah Al Azhar Mesir, Syaikh Dr. Nashirudin Ishomy At-Tamadi, belum lama ini.
Bertempat di Masjid Kampus 1 Yasri, kehadiran Syaikh Nashirudin bertujuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan para guru dan tenaga pengajar, khususnya di dalam membaca dan memahami Alquran.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Yasri Purwakarta Agus Muharam mengatakan, pemahaman ilmu Alquran menjadi kemampuan mendasar bagi para guru Yasri.
"Hanya saja, apakah selama ini membacanya sudah benar? Bagaimana melafazkannya? Apakah semua sudah benar dan sesuai?" kata Agus kepada Pasundan Ekspres.
Ia mengungkapkan, materi utama pemahaman ilmu Alquran kali ini adalah berupa Talaqqi dan Syahadah Surat Alfatihah.
"Kita lihat apakah bacaan Surat Alfatihah-nya sudah benar? Padahal surat ini pasti dibaca setiap kali kita salat," ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru mulai dari TKIT, SDIT dan SMPIT Cendekia serta SMK Farmasi dan SMK Bina Budi.
Turut serta pula staf tata usaha, penjaga dan satpam, pengurus Forum Silaturahmi Orang Tua (Forsita) dan pengurus yayasan.
Agus menyebutkan bahwa Yasri berkomitmen untuk terus mengembangkan diri sehingga bisa bermanfaat bagi umat, khususnya di Purwakarta.
"Baik itu bagi murid muridnya, gurunya maupun orang tua. Sebab orang tua tidak lepas dari kerja sama dengan sekolah dalam membimbing anak," ucap Agus.
Sementara itu, melalui bantuan penerjemah, Syaikh Dr. Nashirudin Ishomy At-Tamadi mengatakan, di Indonesia ini banyak yang bersemangat untuk belajar.
"Saya sangat senang, karena banyak yang antusias belajar, maka saya selalu senang datang ke Indonesia, termasuk ke Purwakarta," kata Syaikh Nashirudin.
Ia pun membandingkan dengan kondisi di Mesir, bahkan di Al-Azhar sekali pun yang paling banyak belajar asalnya dari Indonesia.
"Akan tetapi, harus diingat pula bahwa yang paling penting itu adalah memahami dan mengamalkan Alquran," ujarnya.
Syaikh Nashirudin juga menyoroti jika di Indonesia banyak yang membaca Alquran dengan cara mengalun dan itu mungkin terbiasa dengan pengucapan keseharian Bahasa Indonesia.
"Harus diperhatikan jika hal itu bisa mengubah makna. Contohnya yauman satu hari tapi kalau dibaca yaumaan itu artinya beberapa hari," ucapnya.
Lebih lanjut Syaikh Nashirudin mengungkapkan bahwa guru-guru Yasri sudah banyak yang bagus bacaannya, terlebih dirinya telah mengetesnya satu per satu.
"Banyak yang sudah bagus. Di tempat lain masih banyak yang belum benar. Adapun untuk belajar ke depan bisa dilanjutkan lewat daring," katanya.(add/sep)
