Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dampak Kemarau Ekstrem, Volume Air Situ Cigangsa Menyusut Drastis

M
MaldiansyahEditor: Asep
|09:22 WIB
Bagikan:
Dampak Kemarau Ekstrem, Volume Air Situ Cigangsa Menyusut Drastis
PENYUSUTAN AIR: Situ Cigangsa yang biasanya menjadi tumpuan irigasi dan sumber serapan air bersih bagi ribuan warga, kini mengalami penyusutan volume air yang signifikan. Maldiansyah/Pasundan Ekspres

Warga Khawatir Alami Kekeringan 

PURWAKARTA-Musim kemarau yang berkepanjangan sejak bulan Mei lalu mulai memberikan dampak nyata bagi ekosistem perairan di wilayah Purwakarta. Situ Cigangsa yang biasanya menjadi tumpuan irigasi dan sumber serapan air bersih bagi ribuan warga, kini mengalami penyusutan volume air yang signifikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada 14 Oktober 2026 permukaan air situ terlihat surut hingga dari batas normal. Area tepian yang biasanya terendam air kini berubah menjadi lahan lumpur retak-retak, dengan beberapa titik bahkan menampakkan dasar danau yang selama ini tidak pernah terlihat. "Air nya turun cepat sekali, Pak. Biasanya sampai bulan Agustus masih penuh, tapi sekarang sudah tinggal separuh," ujar Dasim salah seorang petani yang menggantungkan hidup pada aliran air dari situ tersebut. 

Ia mengaku mulai kesulitan mengairi sawahnya dan terpaksa beralih ke pompa air tanah yang biayanya lebih mahal. Penyebab surutnya danau di Purwakarta tersebut diketahui karena minimnga curah hujan, lalu tingginya penguapan. Suhu udara yang tidak normal mempercepat laju evaporasi permukaan air.

Kemudian, sedimentasi atau pendangkalan akibat erosi hilir membuat kapasitas tampung situ berkurang drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Kapasitas efektif situ saat ini hanya tersisa satu meter dari total kapasitas desain. Kami sudah melakukan normalisasi darurat di beberapa titik inlet, namun tanpa hujan, upaya teknis saja tidak cukup," jelas Kepala Desa Campakasari Adji Darmaji menjelaskan saat ditemui di lokasi.

Dampak berantai penyusutan air bagi msyarakat bukan hanya soal estetika tetapi ancaman serius bagi ketahanan pangan dan kesehatan. Irigasi terancam ribuan hektare, lahan pertanian berisiko gagal panen jika kemarau berlanjut hingga bulan masa tanam. "Ada beberapa dusun yang mengandalkan mata air dari resapan dari situ mulai mengalami kekeringan sumur warga," ujarnya.

Warga dihimbau untuk bijak menggunakan air dan ikut menjaga kebersihan situ agar sedimentasi tidak semakin parah. "Ini ujian bersama. Kita harus adaptif, tapi juga harus memperbaiki tata kelola air kita agar tidak selalu 'kaget' setiap kemarau datang. Semoga hujan segera turun," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini1 jam lalu
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle1 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle2 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga3 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional3 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional3 jam lalu
Krisis Air Bersih Subang Selatan, Pemkab Siapkan Jaringan Pipa 5 Kilometer

Krisis Air Bersih Subang Selatan, Pemkab Siapkan Jaringan Pipa 5 Kilometer

Subang3 jam lalu
KPK Usulkan Harta Pejabat yang Tidak Dilaporkan dalam LHKPN Dirampas Negara

KPK Usulkan Harta Pejabat yang Tidak Dilaporkan dalam LHKPN Dirampas Negara

Nasional4 jam lalu
Viral! Kopdes di Rantauprapat Terendam Banjir, Pemilihan Lokasi Ikut Dipersoalkan

Viral! Kopdes di Rantauprapat Terendam Banjir, Pemilihan Lokasi Ikut Dipersoalkan

Nasional4 jam lalu