Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dinkes Purwakarta Imbau Warga Hindari Mandi Air Hujan Awal, Debu dan Bakteri Potensi Bawa Penyakit

M
MaldiansyahEditor: Asep
|09:26 WIB
Bagikan:
Dinkes Purwakarta Imbau Warga Hindari Mandi Air Hujan Awal, Debu dan Bakteri Potensi Bawa Penyakit
MANDI AIR HUJAN: Sejumlah anak-anak bersuka cita mandi air hujan pertama setelah musim kemarau panjang. Maldiansyah/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Euforia menyambut turunnya hujan pertama di Kabupaten Purwakarta setelah musim kemarau panjang di tahun 2026 ini, ternyata menyimpan potensi bahaya kesehatan. Dinkes Purwakarta mengeluarkan imbauan keras agar warga, khususnya para orang tua, melarang anak-anak mereka bermain atau mandi hujan.

Praktisi Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Risma (45), menjelaskan bahwa air hujan yang turun pada awal musim hujan memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan hujan di tengah musim. Ia menyoroti kondisi lingkungan pasca kemarau panjang yang membuat air hujan pertama berpotensi membawa penyakit.

"Masyarakat sering menganggap hujan pertama itu menyegarkan dan bersih. Padahal secara medis, ini justru berisiko. Mengingat tahun 2026 ini kita mengalami kemarau yang sangat panjang, debu, polusi, dan kotoran menumpuk di mana-mana karena tidak tersiram air selama berbulan-bulan," ujar Risma saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2026).

Risma memaparkan, ketika hujan pertama turun, air tersebut tidak langsung jatuh dalam keadaan bersih. Air hujan akan meluruhkan endapan debu tebal, tanah kering, serta polutan yang menempel di atap rumah, jalanan, dan lingkungan sekitar. Campuran air hujan dengan endapan debu dan tanah lama ini menciptakan "sup" bakteri dan jamur yang berbahaya bagi tubuh. "Jika air hujan yang sudah bercampur dengan debu dan tanah kering ini mengenai kulit, risikonya sangat nyata. Mulai dari iritasi kulit, gatal-gatal, dermatitis, hingga infeksi jamur. Apalagi jika kulit sedang ada luka lecet, bakteri bisa langsung masuk ke dalam aliran darah," jelas Risma.

Tidak hanya bahaya bagi kulit, Risma juga mengingatkan potensi bahaya pada saluran pernapasan. Debu dan tanah kering yang terbawa percikan air hujan saat seseorang mandi di bawah guyuran hujan sangat mudah terhirup. "Belum lagi risiko penyakit yang lebih serius seperti leptospirosis. Selama kemarau, urine hewan pengerat seperti tikus yang kering di tanah bisa ikut terbawa oleh air hujan pertama. Jika air tersebut masuk ke tubuh melalui luka atau selaput lendir, ini sangat fatal," tambahnya.

Menutup keterangannya, Risma memberikan panduan praktis bagi warga Purwakarta yang tidak sengaja kehujanan di luar ruangan. "Jika terpaksa kehujanan, jangan langsung dibilas dengan air hujan atau langsung mandi hujan. Segera cari tempat berteduh, keringkan badan dengan handuk bersih, dan bilas tubuh menggunakan air bersih yang mengalir serta sabun antiseptik sesampainya di rumah," imbau Risma.

Dinkes Purwakarta juga mengimbau kepada seluruh Puskesmas di wilayah kecamatan untuk mulai bersiaga dan mewaspadai potensi lonjakan kasus penyakit kulit (scabies, kurap, dermatitis) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada minggu-minggu awal pergantian musim ini. "Lebih baik bersabar menunggu dua atau tiga kali hujan turun agar lingkungan kita benar-benar tercuci bersih dari debu dan tanah kering. Kesehatan keluarga jauh lebih penting daripada sekadar bermain air hujan," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga18 menit lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional36 menit lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang56 menit lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional59 menit lalu
ADVERTISEMENT
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional1 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Jawa Barat1 jam lalu
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Nasional1 jam lalu
Festival Literasi Subang 2026 Tak Hanya Hadirkan Buku, Disarpus Dorong UMKM dan Pelayanan Publik

Festival Literasi Subang 2026 Tak Hanya Hadirkan Buku, Disarpus Dorong UMKM dan Pelayanan Publik

Subang1 jam lalu
Mekanik di Tangerang Kaget Ditagih Pajak Mobil Sport McLaren Rp137 Juta, Segini Harganya di Indonesia!

Mekanik di Tangerang Kaget Ditagih Pajak Mobil Sport McLaren Rp137 Juta, Segini Harganya di Indonesia!

Nasional1 jam lalu
Pelaku Penyerangan Bobotoh di Bogor Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Pelaku Penyerangan Bobotoh di Bogor Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Nasional1 jam lalu