Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Diskusi Konflik Abadi Iran vs AS-Israel, Yasri Hadirkan 3 Petinggi Ormas Islam Terbesar di Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Diskusi Konflik Abadi Iran vs AS-Israel, Yasri Hadirkan 3 Petinggi Ormas Islam Terbesar di Purwakarta
Yayasan Yasri Purwakarta menghadirkan unsur pimpinan tiga organisasi masyarakat Islam terbesar di Kabupaten Purwakarta dalam pengajian rutin.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Yayasan Yasri Purwakarta menghadirkan unsur pimpinan tiga organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Kabupaten Purwakarta dalam pengajian rutin dengan tema Konflik Abadi Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel dalam perspektif Islam.

Bertempat di Masjid Kampus Yasri Purwakarta, ketiga pimpinan ormas Islam tersebut dihadirkan sebagai pemateri, Sabtu (7/3/2026).

Ketiganya adalah Wakil Ketua Muhammadiyah Purwakarta Dr. Srie Muldrianto, M.Pd., Pengurus Nahdlatul Ulama (NU)/Sekretaris Komisi Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Purwakarta Dr. H. Nurhikmat, M.Ag., dan Ketua Persatuan Islam (Persis) Purwakarta Agah Nugraha, M.H.

Berperan sebagai moderator adalah Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Purwakarta, Dr. Hj. Dian Kencana, M.Pd, M.M.

Pemateri pertama, Srie Muldrianto mengingatkan bahwa perang AS-Israel dengan Iran bukan persoalan agama atau mazhab, melainkan geopolitik.

"Tak sedikit yang menilai Iran tidak pantas didukung karena statusnya sebagai negara Syiah. Terlebih, Iran memiliki catatan konflik di Suriah, Irak, dan Yaman yang dianggap menzalimi sesama muslim," katanya kepada Pasundan Ekspres.

Akan tetapi, keberpihakan kepada Iran bukan didasarkan pada fanatisme mazhab, melainkan pada prinsip keadilan menentukan siapa yang menindas dan siapa yang ditindas.

"Jadi umat muslim harus berlaku adil, kata kuncinya adalah keadilan," ujarnya menegaskan.

Ia juga mengungkapkan bahwa PP Muhammadiyah telah meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran.

Pemateri kedua, Cece Nurhikmat memulai materinya dengan sejarah hubungan antara Iran dan Israel yang awalnya mesra berubah menjadi permusuhan setelah Revolusi Iran 1979.

Sebelum Revolusi 1979, Iran dan Israel adalah sekutu strategis, di mana Iran merupakan negara Islam kedua yang mengakui Israel dan sebagai mitra dagang, terutama minyak.

Akan tetapi, setelah 1979, Iran memutuskan hubungan dan tidak mengakui legitimasi Israel. Iran mendukung kelompok militan seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina, sementara Israel menargetkan posisi Iran di Suriah dan melakukan serangan ke dalam Iran.

Israel juga memandang program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial dan telah lama melakukan sabotase atau pembunuhan ilmuwan nuklir Iran.

"Jangan melihat konflik Sunni-Syiah. Fokus kepada nasib rakyat Iran. Perang banyak memakan korban, bahkan wanita dan anak-anak," ucap Cece.

Terkait BoP, Cece mengungkapkan bahwa Presiden RI telah mengumpulkan para pimpinan ormas Islam, ulama, tokoh agama yang salah satunya membahas konflik Timur Tengah.

"Dalam pertemuan itu NU mengingatkan Bapak Presiden agar berhati-hati dengan keanggotaannya di BoP. Harus dilihat antara kemaslahatan dan mudaratnya," kata Cece.

Pemateri ketiga, Agah Nugraha, mengawali materinya dengan anekdot moral yang mengisahkan tiga orang paling bejat dan jahat. Orang pertama berpapasan dengan seorang nenek kemudian dipukulnya hingga tersungkur. Orang kedua menyiram nenek tersebut hingga terbangun, kemudian dipukulnya hingga jatuh dan tewas.

Orang ketiga malah tertawa dan bersorak sorai. Ia berteriak bahwa dirinya lah yang paling bejat, karena nenek itu adalah ibunya. Dia hanya menyaksikan dan diam.

"Bila ditafsirkan bahwa nenek itu adalah Palestina, orang pertama itu adalah Israel, orang kedua adalah Amerika dan orang ketiga adalah negara-negara Arab maupun negara Islam yang hanya diam melihat konflik yang terjadi," ujar Agah.

Persis, kata Agah, memandang inti atau kesimpulan dari suatu konflik maka ujungnya adalah assalam atau secara harfiah disebut perdamaian. Termasuk konflik di Palestina maupun Iran.

Agah juga menyebutkan bahwa Pimpinan Pusat Persis telah merilis pernyataan sikap terkait serangan AS-Israel terhadap Iran yang terdiri atas 10 poin.

Di antaranya, Persis mengecam keras tindakan militer AS-Israel yang tidak hanya menargetkan instalasi militer tetapi juga pemimpin negara berdaulat Ayatollah Ali Khamenei dan fasilitas penting di ibukota Iran.

"PP Persis juga meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas atas kejahatan Israel dan Amerika, termasuk mempertimbangkan untuk keluar dari Dewan Perdamaian atau BoP yang dibentuk Donald Trump," ucapnya.

Lebih lanjut Agah juga mengingatkan, dampak konflik akan berpengaruh terhadap kelancaran distribusi minyak di Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman minyak dunia.

Konflik ini berpotensi mengancam sekitar 20 persen pasokan minyak dunia yang akan memicu lonjakan harga energi global, dan berpotensi menimbulkan krisis ekonomi.

Sementara itu, ditemui usai diskusi, penggagas kegiatan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Yasri Purwakarta, Dr. H. Agus Muharam, M.Pd., mengatakan, diskusi ini merupakan bagian dari pengajian rutin Ramadhan yang digelar Yasri.

"Konflik Timur Tengah sedang banyak dibahas. Banyak umat muslim, termasuk di Purwakarta, yang masih merasa ragu dalam mengambil sikap. Apakah mendukung Iran atau hanya diam. Karenanya hal ini menjadi menarik untuk dibahas," katanya.

Ia pun mengapresiasi kesediaan para unsur pimpinan tiga ormas Islam yang hadir sebagai pemateri, sehingga dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang komprehensif bagi para jemaah.

"Ke depan, akan ada pembahasan serupa mengingat besarnya animo jemaah. Terlebih, tadi juga banyak yang protes waktu diskusinya terbatas padahal pembahasannya sangat menarik. Insyaallah, ke depan kita menggelar lagi kegiatan seperti ini," ujarnya.(add/sep)

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional8 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang9 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang9 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta10 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta10 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang10 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle13 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle13 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline13 jam lalu