DLH Purwakarta Tambah Rute Pengangkutan Sampah di Kawasan Rawan Banjir

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta memperkuat pengelolaan persampahan sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air.
Upaya ini bertujuan untuk meminimalkan risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air mengingat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dan kerap memicu banjir dan longsor.
Kepala Bidang Persampahan DLH Purwakarta, Anggoro, mengatakan, pihaknya menambah rute pengangkutan sampah di kawasan-kawasan rawan banjir.
Pengangkutan dilakukan secara terjadwal di sejumlah titik pengumpulan sampah sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi.
Anggoro menyebutkan, pada masa darurat cuaca ekstrem, pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah.
"Imbauan kami jelas, jangan membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai atau selokan. Sampah yang menyumbat aliran air sangat berpotensi memicu banjir," kata Anggoro kepada wartawan Pasundan Ekspres, Senin (15/12/2025).
Ia menyebutkan, di Kabupaten Purwakarta sedikitnya terdapat empat titik rawan banjir. Keempatnya adalah aliran irigasi Citalang Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Pasawahan, Kecamatan Babakan Cikao, serta Kecamatan Jatiluhur.
Meski demikian, lanjut dia, penanganan persampahan di wilayah tersebut diklaim telah mencapai sekitar 90 persen, termasuk dengan penambahan rute armada pengangkut sampah.
Sebelumnya, Kepala DLH Kabupaten Purwakarta, Erlan Diansyah, menegaskan bahwa pihaknya juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat membuang sampah tepat waktu dan mulai memilah sampah dari rumah. Ini akan sangat membantu dan mempercepat proses pengangkutan oleh petugas," ujar Erlan beberapa waktu lalu.
Di Purwakarta sendiri, pemerintah daerah telah memberlakukan waktu pembuangan sampah, yakni mulai pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Aturan ini, kata Erlan, diterapkan agar pengangkutan sampah oleh armada dapat berjalan lebih cepat dan mencegah adanya pembuangan sampah susulan di luar jadwal.
Selain itu, ia mengatakan, DLH Purwakarta juga membentuk tim khusus untuk menangani sampah di aliran sungai dan irigasi guna mencegah penyumbatan.
Upaya tersebut diperkuat dengan penambahan tiga unit alat berat jenis beko di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok, guna mempercepat proses penguraian dan penanganan tumpukan sampah.
Langkah-langkah ini, kata Erlan, diharapkan mampu menekan potensi banjir akibat sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di tengah ancaman cuaca ekstrem.(add/sep)
