Himatronika-AI UPI Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Partisipatif

PASUNDANEKSPRES.ID - Himpunan Mahasiswa Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (Himatronika-AI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat Trisula Suaka 2026 yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Mengusung tema "Peduli Lingkungan: Penguatan Kesadaran dan Pengadaan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat", Trisula Suaka 2026 digelar di Desa Taringgul Landeuh, Kecamatan Kiara Pedes, Kabupaten Purwakarta, beberapa waktu lalu.
Program kolaboratif ini berfokus pada peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang partisipatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Pelaksana Trisula Suaka 2026, Muhammad Rizky Kurniawan mengatakan, berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, dan implementasi solusi lingkungan dilaksanakan untuk menumbuhkan budaya hidup bersih serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Trisula Suaka 2026 diharapkan tidak hanya memberikan dampak selama program berlangsung, tetapi juga menjadi langkah awal bagi terwujudnya masyarakat yang lebih peduli, mandiri, dan mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik," kata Rizky saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Kamis (16/7/2026).
Hari pertama pelaksanaan, mahasiswa Himatronika-AI mengedukasi siswa kelas 1 - 5 SDN Taringgul Landeuh, bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengajarannya melalui perpaduan media visual, demonstrasi teknologi sederhana, dan pembelajaran partisipatif.
Di antaranya pemutaran film The Lorax yang mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Film tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk memahami dampak kerusakan lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam merawat bumi.
Mahasiswa juga memperkenalkan Smart Plant, sebuah alat sederhana yang mampu memantau kondisi tanaman. Siswa dikenalkan pada pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memahami bahwa kualitas tanah merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman yang sehat.
Selanjutnya, siswa diajak menyaksikan demonstrasi Tempat Sampah Hantu, sebuah tempat sampah interaktif yang dirancang untuk menarik minat anak-anak dalam membuang sampah pada tempatnya.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pengenalan konsep pengelolaan sampah yang bernilai. Anak-anak diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan apabila dipilah dan dikelola dengan benar.
Pembelajaran diawali dengan pemutaran video edukasi "Sampah Sandi" yang mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini melalui penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot).
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan dan sesi tanya jawab serta permainan interaktif menggunakan Kahoot dengan materi seputar pengelolaan sampah. Dikenalkan pula Botol Berkah, sebuah alat inovatif yang memberikan hadiah secara otomatis setiap kali botol plastik dimasukkan ke dalamnya.
Anak-anak juga mengikuti workshop interaktif dengan pendekatan belajar yang menyenangkan, yakni melalui sistem mentoring. Mereka diperkenalkan berbagai inovasi karya mahasiswa di bidang mekatronika dan kecerdasan buatan.
Mereka berkesempatan mencoba secara langsung perangkat seperti Ambatublow, Flappy Bird, dan Snake Game untuk memahami konsep dasar sistem elektronik, sensor, dan kendali.
Selain itu, dikenalkan pula pembelajaran berbasis perangkat lunak melalui Quiz dan Musashi Run, yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Workshop Pengelolaan Sampah dan Pemasangan Trash Barrier Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, mahasiswa Himatronika-AI menyelenggarakan workshop pengelolaan sampah yang menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan yang digelar interaktif ini menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi bagi warga untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang baik, terencana, dan berkelanjutan.
Sebagai solusi atas permasalahan sampah yang kerap terbawa aliran air saat musim penghujan, mahasiswa melaksanakan pemasangan trash barrier di Desa Tringgul Landeuh. Inovasi ini bertujuan mencegah sampah memasuki area persawahan sehingga kualitas lahan dan hasil panen padi tetap terjaga.
Trash barrier dipasang pada tiga titik strategis, yaitu saluran irigasi utama yang menjadi jalur masuk air ke persawahan, titik pertemuan saluran air yang sering menjadi lokasi penumpukan sampah, serta pintu masuk sawah sebelum air mengaliri lahan pertanian warga. Penempatan tersebut dipilih agar sampah dapat tertahan lebih awal sebelum mencapai area persawahan.
Melalui pemasangan trash barrier ini, diharapkan aliran irigasi menjadi lebih bersih, risiko pencemaran lahan pertanian dapat diminimalkan, dan masyarakat semakin terdorong untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan hubungan sosial bersama masyarakat, Trisula Suaka 2026 melaksanakan kegiatan Gotong Royong bersama warga Desa Tringgul Landeuh.
Mahasiswa Himatronika-AI menghadirkan Kegiatan Ngaji Bersama
Di tengah rangkaian kegiatan Trisula Suaka 2026, mahasiswa Himatronika-AI menghadirkan kegiatan Ngaji Bersama sebagai ruang pembelajaran yang memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan bersama anak-anak Desa Tringgul Landeuh. Dalam suasana penuh kehangatan, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui pendekatan yang lebih dekat, santai, dan menyenangkan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Trisula Suaka 2026, mahasiswa Himatronika-AI menghadirkan Pentas Seni yang menjadi ruang ekspresi, apresiasi, dan kebersamaan antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Tringgul Landeuh.
Dikonfirmasi terpisah, Penanggung Jawab Trisula Suaka 2026, Rizqi Abdan menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang terlibat dan turut menyukseskan kegiatan tersebut.
"Kami sampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Bapak Camat Kiarapedes Usep Sukanda dan Bapak Kades Taringgul Landeuh Hoerudin yang telah mendukung penuh Trisula Suaka 2026 sehingga terselenggara dengan sukses dan lancar," ujar Rizqi Abdan.(add/sep)
