Hindari Gangguan Sistem, SMK Informatika Pasundan Pilih TKA Gelombang 2

PURWAKARTA-SMK Informatika Pasundan Purwakarta mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 Gelombang 2 yang dimulai pada Senin (2/11/2026).
Tercatat, sebanyak 85 siswa kelas XII mengikuti TKA. Para peserta ini berasal dari tiga kompetensi keahlian, yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Adapun pelaksanaan TKA hingga hari kedua, Selasa (3/11/2026) berlangsung tertib dan lancar. Hal ini tak lepas dari kebijakan sekolah yang memutuskan untuk mengikuti TKA pada Gelombang 2. Kebijakan tersebut merupakan hasil pertimbangan berdasarkan pengalaman pelaksanaan ujian berbasis komputer sebelumnya, mulai dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hingga Asesmen Nasional (AN).
Kepala SMK Informatika Pasundan Purwakarta, R. Willy Gandhi Guswana, menjelaskan bahwa pemilihan Gelombang 2 didasarkan pada rekomendasi kepala sekolah sebelumnya yang kemudian menjadi pertimbangan bersama tim sekolah. Menurutnya, pelaksanaan pada gelombang 2 memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan kendala teknis yang muncul pada gelombang pertama.
Dengan demikian, apabila ditemukan gangguan atau kesalahan sistem pada pelaksanaan awal, pihak kementerian diharapkan dapat melakukan evaluasi dan menyiapkan solusi sebelum pelaksanaan gelombang berikutnya. "Sejak pelaksanaan UNBK hingga Asesmen Nasional sebelumnya, kami mendapatkan rekomendasi dari kepala sekolah terdahulu agar mengambil jadwal di Gelombang 2," kata Willy.
Pertimbangannya, kata dia, apabila pada Gelombang 1 terjadi kendala atau error dalam sistem, pihak kementerian memiliki kesempatan untuk mencari solusi dan melakukan perbaikan sehingga kendala serupa dapat diantisipasi pada Gelombang 2.
Pertimbangan tersebut, sambungnya, kemudian menjadi kesepakatan bersama tim sekolah. Bahkan, kebijakan memilih Gelombang 2 direncanakan tetap menjadi acuan dalam pelaksanaan TKA maupun Asesmen Nasional pada tahun-tahun mendatang. "Kami bersama tim sekolah sepakat untuk tetap melaksanakan TKA maupun Asesmen Nasional pada Gelombang 2 ke depannya. Ini merupakan langkah antisipasi agar pelaksanaan dapat berjalan lebih optimal dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan kendala teknis," ujarnya.
Terkait pelaksanaan tahun ini, Willy menyampaikan rasa syukur karena TKA Gelombang 2 di sekolahnya pada hari pertama dan kedua berlangsung dengan lancar dan tertib. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari persiapan yang telah dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun teknis. "Alhamdulillah, pelaksanaan TKA Gelombang 2 di SMK Informatika Pasundan Purwakarta berjalan dengan lancar dan tertib. Kesiapan panitia, guru, proktor, teknisi, serta sarana dan prasarana turut mendukung kelancaran kegiatan ini," ucap Willy.
Lebih lanjut, Willy mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh peserta didik siap menghadapi TKA. Persiapan tersebut meliputi pengayaan materi, latihan soal secara berkala, simulasi, serta penguatan motivasi dan kesiapan mental siswa.
Pendampingan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan masing-masing peserta didik, terutama mereka yang masih membutuhkan penguatan pada materi tertentu. Siswa juga didorong meningkatkan kedisiplinan, kepercayaan diri, kemampuan mengelola waktu, serta keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Dari sisi teknis, sekolah memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, pasokan listrik, dan ruang ujian. Koordinasi antara guru, wali kelas, panitia, proktor, serta teknisi juga diperkuat guna mengantisipasi kemungkinan kendala selama pelaksanaan.
Willy mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan TKA tahun ini. Ia berharap seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian tes dengan baik dan memperoleh hasil sesuai kemampuan masing-masing. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, panitia, proktor, teknisi, serta semua pihak yang telah bekerja sama. Harapan kami, seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan baik, memperoleh hasil optimal, dan menjadikan pengalaman ini sebagai bagian dari proses evaluasi kemampuan akademik mereka," katanya.
Ia menegaskan, hasil TKA tidak hanya menjadi gambaran capaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hasil tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengidentifikasi materi yang perlu diperkuat, menyusun program pengayaan, menyempurnakan strategi pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. "Bagi kami, TKA bukan sekadar pelaksanaan tes untuk mengukur kemampuan akademik siswa. Lebih dari itu, hasilnya menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami berharap SMK Informatika Pasundan Purwakarta dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang semakin baik," ujar Willy. (add/sep)
