Kemenhaj Purwakarta, 472 Calon Haji Ikut Bimbingan Manasik, Dibagi 6 Wilayah untuk Mempermudah

PASUNDANEKSPRES.ID - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purwakarta membekali 472 calon haji dengan bimbingan manasik haji sebagai persiapan pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh calon jemaah haji asal Kabupaten Purwakarta ini berlangsung selama empat hari ke depan, dimulai Rabu (11/2/2026).
Guna mempermudah calon jemaah haji, Kantor Kemenhaj Purwakarta membagi enam lokasi untuk kegiatan bimbingan manasik haji ini.
Di antaranya, wilayah 1 dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiayah MTsN 1 Purwakarta dan di Gedung Dakwah Purwakarta yang diikuti jemaah dari Kecamatan Purwakarta Kota.
Untuk wilayah 2 dipusatkan di Pondok Pesantren Riyadhul Muta'alimin Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta yang diikuti jemah dari Kecamatan Cibatu, Kecamatan Campaka Dan Kecamatan Bungursari.
Wilayah 3 dipusatkan di Masjid As-Salam PJT II yang diikuti jemaah dari Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Babakancikao.
Adapun wilayah 4 dipusatkan di Pondok Pesantren Al Fatah Tegalwaru yang diikuti jemaah dari Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Maniis.
Selanjutnya, wilayah 5 dipusatkan di Aula SMP BP Al-Muthohhar Plered yang diikuti jemaah Kecamatan Plered, Kecamatan Sukatani, Kecamatan Darangdan dan Kecamatan Bojong.
Kemudian, untuk wilayah 6 dipusatkan di Aula Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa yang diikuti jemaah dari Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Kiarapedes, Kecamatan Pondoksalam dan Kecamatan Pasawahan.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Purwakarta, H. Syamsi Mufti mengatakan, kegiatan pembinaan manasik haji bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada jamaah calon haji, baik terkait tata cara ibadah maupun aspek perjalanan dan pelayanan haji.
"Dalam bimbingan tersebut, para jemaah dibekali materi seputar rukun, wajib, dan sunah haji, serta berbagai hal teknis yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci," kata Syamsi kepada wartawan Pasundan Ekspres.
Manasik ini, kata dia, diharapkan dapat membentuk jemaah haji yang mandiri, mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, mulai dari di tanah air, selama perjalanan, hingga di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
"Kami berharap, melalui pembinaan ini jemaah dapat meraih predikat haji mabrur, yakni haji yang diterima oleh Allah SWT dan tercermin dalam akhlak yang semakin baik serta menjadi teladan bagi masyarakat di Kabupaten Purwakarta," ujarnya.
Syamsi menjelaskan, materi pembinaan manasik haji meliputi kebijakan pemerintah Indonesia tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Materi lainnya adalah kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.
Kemudian, kebijakan pelayanan kesehatan haji, alur perjalanan ibadah haji, serta kebijakan pemerintah terhadap jamaah haji lanjut usia (lansia).
"Kami juga mengingatkan agar para calon jemaah mengikuti seluruh materi manasik dengan sungguh-sungguh, menjaga kondisi kesehatan sejak dini. Selain itu juga diminta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah demi kelancaran dan keselamatan pelaksanaan ibadah haji," ucap Syamsi.(add/sep)
