Pengelolaan Limbah SPPG di Purwakarta Tuai Kritik, Terindikasi Cemari Lingkungan

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebuah lembaga masyarakat (LSM) bernama Forum Peduli Lingkungan Hidup (FPLH) Purwakarta mengkritik terkait pengelolaan limbah yang dihasilkan dari Sarana Pembuangan Padat Gambut (SPPG) di Kabupaten Purwakarta yang diduga belum diproses secara profesional dan terindikasi merusak lingkungan.
Kritik utama yang diajukan diantaranya kurangnya Sistem Pengolahan Limbah yang memadai. SPPG juga diduga belum memiliki fasilitas pengolahan limbah cair dan padat secara terpadu. Sehingga sebagian limbah berpotensi masuk ke badan air sekitar dan merusak ekosistem gambut yang sensitif.
Meski demikian, lembaga ini mengaku sangat apresiasi atas program strategis nasional yang ditetapkan oleh Presiden RI ke 8.
Bahkan dianggap berdampak baik buat penerima manfaat, namun jangan sampai program ini bermanfaat untuk sebagian orang namun justru merugikan pihak lainnya.
"Risiko dampak terhadap kesehatan masyarakat atas kondisi lingkungan yang tidak terkelola dengan baik dikhawatirkan dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi penduduk sekitar, seperti gangguan pernapasan dan infeksi saluran pencernaan," ujar Teguh (36) salah seorang aktivis lingkungan kepada Pasundan Ekspres, belum lama ini.
Menurutnya, pengelolaan SPPG seharusnya tidak hanya fokus pada penampungan limbah, tetapi juga pada upaya mencegah dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. "Kami berharap pihak berwenang untuk melakukan audit menyeluruh dan mengambil tindakan korektif segera," katanya.
Dalam tanggapan awal, lanjut dia, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta melalui Bidang P2KL Wahyudin menyatakan, Dinas LH Purwakarta sudah melakukan pemeriksaan lapangan dan bekerja sama dengan pengelola SPPG untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah sesuai standar nasional.
"Sejak Kepmen LH no 11 tahun 2025 turun, dan di awal tahun 2026 kami sudah melakukan inspeksi ke beberapa SPPG. Alhamdulillah respon semua SPPG positif dan akan membangun IPAL yang sesuai standar agar limbah yang dihasilkan oleh SPPG bisa dikelola dengan baik," pungkasnya.(mas/sep)
