Rebo Ngumum Bantu Pendapatan Sopir Angkot

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebijakan Rebo/Rabu Nganggo Angkutan Umum (Rebo Ngumum) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, menuai respon positif dari sejumlah sopir angkot dan pengusaha angkutan. Meski terbilang baru, kebijakan ini dinilai inovatif dan dirasakan cukup berhasil, diantaranya menambah penghasilan sopir dan mengurai kemacetan di Purwakarta.
"Alhamdulillah, biasanya untuk dapat setoran ke pemilik angkot. Saya harus sore atau sampai malam memutar roda angkot. Sekarang khususnya di hari rabu, kami tidak terlalu khawatir untuk mendapatkan setoran, penumpang dan bawa rupiah ke rumah," ujar salah satu sopir angkot Aen (40) kepada Pasundan Ekspres, Selasa (9/6/2026).
Selain bisa mendapatkan respon positif dari pelaku bisnis armada, program Ngangkot setiap Rabu juga melatih sejumlah siswa, khususnya pelajar SD dan SLTP agar bisa merasakan perrjuang untuk sampai ke sekolah bersama.
Naik Angkot Jadi Saling Kenal
"Naik angkot itu jadi saling kenal sama pelajar dari sekolah lain, jadi tau seragam sekolah lain. Bangun lebih pagi dan lebih ada rasa penguatan karakter sebagai pelajar," ujar Nurhayati salah satu ibu rumah tangga yang kini juga rutin naik angkot.
Sementara Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzen atau akrab disapa Om Zein, mengaku program Ngangkot memang diupayakan untuk memaksimalkan potensi ekonomi di bidang angkutan.
"Targetnya efisiensi biaya operasional mobil dinas ASN dan mengurangi macet, serta untuk meningkatkan rasa antara warga Purwakarta. Intinya bahwa setiap langkah harus ada tujuan positif," tutup Om Zein.(mas/sep)
