Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sempat jadi Pusat Perekonomian, Pasar Jumat Purwakarta Alami Kemunduran Drastis

M
MaldiansyahEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Sempat jadi Pusat Perekonomian, Pasar Jumat Purwakarta Alami Kemunduran Drastis
kawasan Jalan Kapten Halim Pasar Jumat yang pada era tahun 90-an menjadi pusat ekonomi satu-satunya di Purwakarta, kini mulai nampak kemunduran drastis.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Sketsa ekonomi di Purwakarta makin nampak mengalami penurunan. Di kawasan Jalan Kapten Halim Pasar Jumat misalnya, yang pada era tahun 90-an menjadi pusat ekonomi satu-satunya di Purwakarta, kini mulai nampak kemunduran drastis.

Sejak lama, Pasar Jumat yang berada di pusat kota Purwakarta dikenal sebagai pusat perekonomian dengan berbagai komoditas kebutuhan masyarakat tersedia dilokasi tersebut.

Kini selain banyak toko yang tutup, Pasar Jumat makin ditinggalkan bukan karena tidak beraktifitas melainkan minimnya kebutuhan tersedia disana.

"Hukum Ekonomi adalah prinsip-prinsip umum yang menjelaskan hubungan antara faktor-faktor dalam aktivitas ekonomi, seperti produksi, distribusi, konsumsi, dan perilaku pelaku ekonomi. Prinsip ini bersifat deskriptif (menjelaskan bagaimana ekonomi beroperasi) atau normatif (menyarankan bagaimana ekonomi seharusnya berjalan), dan banyak dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan ekonomi," ungkap Pengamat Ekonomi Dian Kencana kepada Pasundan Ekspres.

Dia menjelaskan, bahwa hukum penawaran dan permintaan menjelaskan bahwa harga barang/jasa akan bergerak hingga mencapai titik keseimbangan, di mana jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta.

Lalu dikaitkan dengan kemunduran suatu tempat perekonomian / pertokoan, secara Hukum Diminishing Marginal Utility manfaat tambahan yang diperoleh konsumen dari setiap unit barang/jasa tambahan akan berkurang seiring dengan peningkatan jumlah konsumsi.

"Jika satu faktor produksi ditambah sementara faktor lain tetap, hasil tambahan yang diperoleh akan akhirnya menurun," ujarnya.

Maka, jika sebuah market mulai ditinggalkan hanya ada opsi bahwa lokasi tersebut tertinggal oleh lokasi yang lain yang artinya kalah dalam manageman.

"Pemda Purwakarta harus membuka ruang baru atau membuat kebijakan, jika tidak mau rupiah yang dihasilkan di Purwakarta pindah ke kabupaten/ daerah lain," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Nasional3 menit lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional52 menit lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga2 jam lalu
Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional3 jam lalu
Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Nasional3 jam lalu
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Nasional4 jam lalu
Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Opini4 jam lalu
Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Nasional4 jam lalu
Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Opini4 jam lalu