Sengketa Lahan SMPN 1 Babakancikao di Purwakarta, Rieke Disebut Sepihak, Pengacara : Sebaiknya Memediasi dan Lebih Bijak

PASUNDANEKSPRES.ID-Pengacara keluarga ahli waris Haji Kartim Bin Saipan, Imung Hardiman, S.H., M.H., menanggapi santai pernyataan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang menduga ada mafia tanah dan mafia hukum pada kasus sengketa lahan SMPN 1 Babakancikao.
"Pendapat, dugaan dan lainnya, silakan saja disampaikan. Semua orang punya hak untuk mengemukakan pendapatnya," kata Imung kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Desa Ciwangi, Purwakarta, Rabu (15/10/2025) malam.
Hanya saja, sambungnya, alangkah baiknya jika Rieke mengetahui, mempelajari dan mendalaminya terlebih dahulu, sehingga pendapat atau dugaan yang disampaikan Rieke bisa lebih bijak.
"Bu Rieke kan baru mendapat masukan dari satu pihak, lalu bagaimana dengan pihak lainnya? Alangkah baiknya Bu Rieke memediasi, duduk bersama, mencari solusi bersama dengan mendengarkan masukan dari kedua pihak," ujar Imung kepada Pasundan Ekspres.
Senada, Ketua Umum Forum Masyarakat Purwakarta (Formata) drg. Dedy Achadiat menyampaikan tanggapannya terkait sengketa lahan SMPN 1 Babakancikao Purwakarta.
Ia juga menyoroti sikap Rieke yang dinilainya belum mempelajari benar permasalahan yang sebenarnya karena baru mendapat masukan sepihak.
"Kalau lihat datanya, tanah itu milik siapa? Kikitirnya atas nama H. Kartim bin Saipan. Penggugat juga merupakan Ahli Waris dari H. Kartim," kata Dedy saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).
Kemudian, sambungnya, putusan Pengadilan Negeri Purwakarta memenangkan penggugat, pun halnya dengan putusan Pengadilan Tinggi Bandung yang juga memenangkan penggugat.
"Jadi jelas penggugat ini bukanlah mafia tanah. Adapun sekarang tergugat, melakukan banding ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung dan prosesnya sedang berjalan," ujarnya.
Yang jauh lebih penting, kata Dedy, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Babakancikao tidak terganggu.
"Untuk itu, Formata mengusulkan Solusi agar tergugat dan penggugat duduk bareng satu meja untuk mencari titik temu yang sama dengan cara yang damai," ucapnya.(add/sep)
