Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Siklus Dua Tahunan, Produksi Manggis di Purwakarta Turun Drastis

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
Siklus Dua Tahunan, Produksi Manggis di Purwakarta Turun Drastis
Produksi manggis di Kabupaten Purwakarta sepanjang 2025 menurun drastis akibat siklus dua tahunan dan tingginya curah hujan, namun kualitas buah justru lebih baik dengan rasa lebih manis dan ukuran lebih besar.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Produksi manggis di Kabupaten Purwakarta mengalami penurunan drastis sepanjang 2025 ini. ‎Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Purwakarta, hasil produksi manggis hingga September 2025 hanya mencapai 1.574 ton, jauh menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 18.005 ton.

‎‎Kepala Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, menjelaskan bahwa penurunan produksi ini dipengaruhi oleh siklus dua tahunan tanaman manggis serta tingginya intensitas hujan sepanjang 2025.

‎"Panen tahun ini tidak seperti tahun kemarin karena manggis itu punya siklus dua tahunan. Tahun 2025 ini hujan terus-menerus, sehingga pertumbuhannya berkurang dan banyak buah yang gugur," kata Hadyanto kepada Pasundan Ekspres, Rabu (12/11/2025).

‎‎Meski produksi menurun, kualitas manggis Purwakarta justru meningkat. Hadyanto menyebut rasa buah tahun ini lebih manis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

‎"Kualitasnya lebih bagus, rasanya manis-asam seimbang. Secara ukuran pun lebih besar dibanding panen 2024," ujarnya menambahkan.

‎‎Saat ini, kata dia, populasi pohon manggis di Purwakarta tercatat mencapai 179.584 pohon, meningkat sekitar 1.697 pohon dibanding tahun lalu. Sebanyak 800 pohon di antaranya merupakan bantuan pemerintah daerah, sisanya hasil swadaya petani.

‎‎Ia mengatakan, pihaknya juga terus mendorong peningkatan mutu melalui penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur), GAP (Good Agricultural Practices), dan GHP (Good Handling Practices). Selain itu, sebanyak 562 petani telah memiliki registrasi kebun untuk mempermudah akses ekspor. ‎

"Registrasi kebun dan petani ini penting karena jadi salah satu syarat ekspor. Kami bantu gratis supaya buah manggis Purwakarta punya legalitas dan daya saing di pasar luar negeri," ucapnya.

‎Ia menyebutkan, harga manggis di tingkat petani kini berkisar Rp50.000 per kilogram, relatif stabil dibanding tahun lalu. Akan tetapi, hanya sekitar 30 persen dari total produksi yang mampu menembus pasar ekspor karena keterbatasan perusahaan eksportir yang benar-benar berasal dari Purwakarta. ‎

"Kita mencatat ekspor sekitar 54 ribu kilogram atau 3,34 ton, itu pun hanya 30 persen dari petani lokal. Sisanya dari luar daerah," katanya mengungkapkan.

‎Hadyanto mengatakan, sentra manggis Purwakarta masih terpusat di lima kecamatan, yakni Panyawangan, Kiarapedes, Bojong, Darangdan, dan Pondok Salam.

"Tahun ini, kami kembali menyalurkan 1.000 bibit pohon manggis untuk menjaga populasi tanaman dan keberlanjutan produksi," ujarnya.(add/sep)

Berita Terbaru

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional50 menit lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle1 jam lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle1 jam lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional2 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline2 jam lalu
Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Headline3 jam lalu
MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional3 jam lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional3 jam lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga5 jam lalu