Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

SMPN 1 Sukatani Terapkan Habituasi Positif dan Strategi K3 Untuk Membentuk Karakter Siswa

A
Adam SumartoEditor: Asep
|20:00 WIB
Bagikan:
SMPN 1 Sukatani Terapkan Habituasi Positif dan Strategi K3 Untuk Membentuk Karakter Siswa
SMPN 1 Sukatani memiliki habituasi positif sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Dimulai pukul 06.30, para siswa lebih dulu berkumpul di lapangan dengan agenda berbeda setiap harinya.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - SMPN 1 Sukatani memiliki habituasi positif sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Dimulai pukul 06.30, para siswa lebih dulu berkumpul di lapangan dengan agenda berbeda setiap harinya.

Senin diawali dengan upacara. Selasa dan Kamis diisi kegiatan Ngored, Bersih, Berseka alias Ngosrek. Rabu difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi. Sedangkan Jumat diarahkan untuk penguatan karakter spiritual melalui kegiatan keagamaan.

Di bawah kepemimpinan Patoni sebagai kepala sekolah, pembiasaan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan karakter peserta didik, yakni membangun disiplin, religius, peduli lingkungan, dan hidup sehat. Program itu pun berjalan berdampingan dengan Strategi K3, yakni kelola administrasi, kembangkan guru, dan kuatkan karakter siswa. 

"Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori. Anak-anak perlu dibiasakan melakukan hal-hal baik secara konsisten, mulai dari disiplin waktu, kegiatan keagamaan, menjaga kebersihan sampai membangun kebersamaan," kata Patoni kepada Pasundan Ekspres, Selasa (11/8/2026).

Waktu masuk pukul 06.30, kata dia, membuat siswa harus berangkat lebih awal dari rumah. Kondisi tersebut, membutuhkan dukungan orang tua, terutama dalam membangun kebiasaan disiplin, khususnya mengatur waktu keberangkatan menuju sekolah. 

"Orang tua juga memiliki tanggung jawab memberikan motivasi kepada anak agar berangkat lebih awal. Pendidikan karakter tidak akan maksimal apabila hanya dilakukan di sekolah. Kebiasaan yang dibangun guru perlu diperkuat oleh orang tua di lingkungan keluarga," ujarnya.

Pola pembiasaan tersebut sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang dikembangkan di Kabupaten Purwakarta, termasuk konsep 7 Poe Atikan Istimewa.

Secara regulasi, pendidikan karakter di Purwakarta antara lain mengacu pada Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 131 Tahun 2022 tentang Pendidikan Karakter yang kemudian mengalami perubahan melalui Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 35 Tahun 2025. 

Sementara penyelenggaraan pendidikan daerah juga berlandaskan Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Sejak dipercaya memimpin SMPN 1 Sukatani pada 4 Mei 2026, Patoni membawa Strategi K3 sebagai salah satu pijakan pengelolaan sekolah. Menurutnya, pengelolaan administrasi, pengembangan kompetensi guru dan penguatan karakter siswa merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan. 

"Pemimpin sekolah harus mampu mempertahankan hal-hal baik yang sudah ada sekaligus menghadirkan inovasi yang lebih baik. Karena itu saya menerapkan Strategi K3, yaitu kelola administrasi, kembangkan guru, dan kuatkan karakter siswa," ucapnya.

Dalam pengembangan guru, sekolah mendorong budaya berbagi pengetahuan, memperkuat komunitas belajar serta meningkatkan keterlibatan guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas tenaga pendidik sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.

Program MBG di SMPN 1 Sukatani

Program MBG di SMPN 1 Sukatani tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi. Sekolah menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran karakter.

Para siswa duduk bersama di lapangan dan menikmati makanan yang dibagikan secara merata. Dalam suasana tersebut, mereka belajar berbagi, menghargai teman dan menjaga ketertiban.

"Dengan makan bersama, kami memastikan semua anak memperoleh hak yang sama. Mereka belajar berbagi, saling menghargai, bahkan saling bertukar menu apabila ada makanan yang kurang disukai. Nilai kebersamaan itu yang ingin kami bangun," kata Patoni.

Menurutnya, sekolah belum memiliki kajian ilmiah untuk menyimpulkan bahwa MBG secara langsung meningkatkan prestasi belajar siswa. Akan tetapi, pihak sekolah melihat sejumlah indikator sederhana selama program berjalan. 

"Kami melihat indikator sederhana, misalnya jumlah siswa yang tidak mampu mengikuti upacara karena sakit terus menurun. Mudah-mudahan itu menjadi pertanda kualitas kesehatan anak-anak semakin baik," ujarnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 1 Sukatani menerima 400 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Mereka terdiri dari 208 siswa laki-laki dan 192 siswa perempuan. Dengan tambahan siswa baru tersebut, jumlah peserta didik SMPN 1 Sukatani kini mencapai sekitar 1.100 siswa.

Jumlah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang disiplin, sehat dan berkarakter. Patoni berharap sekolah dan orang tua dapat berjalan dalam satu arah untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik. 

"Kalau orang tua sudah mempercayakan pendidikan anak kepada sekolah, mari kita saling percaya dan bekerja sama. Semua yang kami lakukan semata-mata untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak," ucapnya.(add/sep)

Berita Terbaru

Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Subang1 jam lalu
Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Subang1 jam lalu
Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Headline2 jam lalu
Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang4 jam lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang4 jam lalu
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang4 jam lalu
Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Lifestyle5 jam lalu
Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga6 jam lalu
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang7 jam lalu