Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Soroti Mutasi 203 ASN, Pemda Purwakarta Dinilai Tak Transparan, Diduga Abaikan Meritokrasi

M
MaldiansyahEditor: Asep
|06:30 WIB
Bagikan:
Soroti Mutasi 203 ASN, Pemda Purwakarta Dinilai Tak Transparan, Diduga Abaikan Meritokrasi
Aktifis Mahasiswa Ahmad Abqori Hisan.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebijakan mutasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta terhadap sekitar 203 aparatur sipil negara (ASN) pada akhir Desember 2025 menuai kritik keras dari berbagai elemen masyarakat.

Rotasi jabatan yang terkesan dadakan dan tertutup dari perhatian publik tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip profesionalisme serta tata kelola birokrasi yang sehat.

Hingga saat ini, Pemerintah Daerah Purwakarta belum menyampaikan secara terbuka apa indikator, parameter, maupun hasil evaluasi kinerja yang dijadikan dasar pelaksanaan mutasi besar besaran tersebut, meski secara aturan menjadi hak preogratif Bupati.

"Prosesnya ada yang ditutupi, sehingga memunculkan kecurigaan publik terhadap proses pengambilan keputusan dan memantik pertanyaan serius terkait komitmen penerapan sistem meritokrasi di lingkungan birokrasi Purwakarta, " ujar Aktifis Mahasiswa Ahmad Abqori Hisan kepada Pasundan Ekspres.

Di mata publik, ujar Oi sapaan akrabnya, mutasi ini lebih tampak sebagai keputusan yang sarat subjektivitas dan kepentingan non-teknokratis, dibandingkan kebijakan yang berbasis kompetensi, rekam jejak kinerja, serta kesesuaian latar belakang pendidikan aparatur.

"Penempatan sejumlah pejabat kemarin itu, kami menilai tidak selaras dengan keahlian dan disiplin ilmunya semakin memperkuat anggapan bahwa prinsip the right man on the right place tidak dijalankan secara konsisten," ujarnya.

Akrifis HMI ini juga menegaskan bahwa dalam perspektif kebijakan publik, mutasi tersebut juga dinilai bukan sebagai radical break atau perubahan mendasar dalam tata kelola birokrasi.

Langkah yang diambil lebih menyerupai parsial break, yakni pergeseran posisi secara administratif tanpa disertai pembaruan fundamental pada sistem evaluasi kinerja, budaya kerja, maupun mekanisme merit berbasis kompetensi.

Kondisi itu, lanjut Oi, dinilai berpotensi mempertahankan persoalan lama dalam struktur birokrasi dengan wajah baru.

Sebagai Aktivis Muda Purwakarta, Oi menegaskan bahwa mutasi jabatan seharusnya menjadi instrumen pembinaan dan penguatan kinerja aparatur, bukan sekadar alat pengkondisian kekuasaan atau kepentingan jangka pendek penguasa saat ini.

"Profesionalisme birokrasi menurut kami, hanya dapat diwujudkan melalui proses rotasi yang objektif, transparan, dan akuntabel, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik," tegasnya.

Dirinya mengira mutasi masif tanpa kejelasan parameter objektif, bahkan hanya berpotensi menurunkan kualitas internal birokrasi, dengan resiko mengganggu efektivitas pelayanan publik.

Oi berpendapat, penempatan aparatur yang tidak sesuai kompetensi dikhawatirkan akan menghambat kinerja pemerintahan dan berdampak langsung pada masyarakat.

"Ditengah masih banyaknya isu publik yang belum terselesaikan di Purwakarta, kebijakan mutasi besar-besaran tanpa penjelasan yang memadai dinilai kontraproduktif dan bertolak belakang dengan semangat reformasi birokrasi yang menuntut integritas, profesionalisme, serta kinerja aparatur yang berorientasi pada kepentingan rakyat," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Subang2 jam lalu
Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Subang2 jam lalu
Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Subang2 jam lalu
Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Purwakarta4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Headline4 jam lalu
Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Headline5 jam lalu
Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle5 jam lalu
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional6 jam lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle6 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga7 jam lalu