Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Terpengaruh MBG, Omzet Pedagang Sate Maranggi Tetap Stabil

M
MaldiansyahEditor: Asep
|07:36 WIB
Bagikan:
Tak Terpengaruh MBG, Omzet Pedagang Sate Maranggi Tetap Stabil
Salah satu kios Sate Maranggi yang berlokasi di Kecamatan Plered, dimana deretan warung dan gerobak sate masih dipenuhi pengunjung mulai dari siang hingga malam hari.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah di berbagai wilayah ternyata tidak memberikan dampak negatif bagi usaha kuliner tradisional, khususnya para pedagang Sate Maranggi. Di sejumlah lokasi pusat jajanan dan pasar rakyat, aktivitas jual beli tetap berjalan lancar dan dipadati pembeli seperti biasa.

Salah satunya terlihat di kios-kios Sate Maranggi yang berlokasi di Kecamatan Plered, dimana deretan warung dan gerobak sate masih dipenuhi pengunjung mulai dari siang hingga malam hari.

Para pedagang mengaku bahwa jumlah pembeli dan omzet penjualannya relatif stabil, bahkan masih mengalami peningkatan di akhir pekan, sama seperti sebelum program MBG berjalan.

Pedagang Sate Maranggi: MBG Memiliki Sasaran dan Segmen Berbeda

Jaka (40), seorang pedagang sate Maranggi yang sudah berjualan selama belasan tahun di Plered, mengungkapkan bahwa keberadaan program MBG justru memiliki sasaran dan segmen yang berbeda.

"Sejak ada program makan bergizi gratis, dagangan saya tetap berjalan lancar, tidak ada penurunan pembeli. Program itu kan tujuannya untuk membantu pemenuhan gizi siswa dan warga tertentu, sedangkan pembeli saya datang karena memang ingin menikmati rasa sate yang khas, untuk makan keluarga atau acara santai," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.

Hal senada disampaikan Ahmad, pedagang sate Maranggi di lokasi yang sama. Menurutnya, program MBG lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi dasar, sedangkan kuliner seperti sate memiliki nilai selera dan budaya tersendiri yang tetap dicari masyarakat.

"Orang tetap butuh variasi makanan. Makan bergizi gratis itu bagus untuk membantu warga, tapi bukan berarti mereka berhenti membeli makanan di warung kami. Justru banyak warga yang setelah mendapatkan layanan program, tetap mampir untuk membeli sate sebagai hidangan tambahan," tambahnya.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan bahwa jam operasional dan lokasi penyelenggaraan program MBG, umumnya berlangsung pada jam sekolah atau jam kerja. Hal ini tidak berpengaruh terhadap penjual sate yang tetap ramai dan buka berjualan selama 24 jam.

Berbeda dengan jam sibuk pedagang kuliner yang lebih ramai pada sore hingga malam hari. Hal ini membuat kedua kegiatan berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.

Salah satu pembeli, Siti mengatakan bahwa program MBG sangat membantu meringankan beban keluarga, namun ia dan keluarganya tetap rutin membeli sate.

"Program makan bergizi gratis sangat bermanfaat, terutama untuk anak-anak di sekolah. Tapi untuk makan malam bersama keluarga, kami tetap suka membeli sate di sini. Rasanya khas dan menjadi kebiasaan kami sejak lama," ungkapnya.

Hingga saat ini, para pedagang berharap program MBG terus berjalan demi kesehatan masyarakat. Sementara mereka pun tetap dapat mengembangkan usaha kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kuliner daerah. Kedua kegiatan ini dianggap saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat secara luas.(mas/sep)

Berita Terbaru

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Subang46 menit lalu
Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Lifestyle1 jam lalu
Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Olahraga4 jam lalu
Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Nasional5 jam lalu
Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Headline6 jam lalu
PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta6 jam lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline6 jam lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle6 jam lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle6 jam lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat8 jam lalu