Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Terjadi Akibat Cuaca Buruk di Purwakarta, Fenomena Umbalan, Ribuan Ikan di KJA Jatiluhur Mati Massal

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
Terjadi Akibat Cuaca Buruk di Purwakarta, Fenomena Umbalan, Ribuan Ikan di KJA Jatiluhur Mati Massal
Ribuan ekor ikan mas tampak mengambang di permukaan air Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta akibat fenomena umbalan, Sabtu (24/1/2026).(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ribuan ekor ikan mas tampak mengambang di permukaan air Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (24/1/2026).

Sebagian masih terlihat segar dengan sisik berkilau dan mata masih terlihat jernih, namun tak sedikit pula yang sudah mulai membusuk dan mata sudah layu berwarna putih. Bau anyir pun menyeruak di lokasi tersebut.

Beberapa warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, tampak mendatangi KJA untuk mengambil ikan mati tersebut. Bukan untuk diperjualbelikan, melainkan agar tak terbuang sia-sia.

"Daripada mubazir, yang masih bisa dimanfaatkan ya kita manfaatkan. Lagipula ini bukan ikan mati karena racun, jadi masih layak dikonsumsi," kata Aan (46) seraya menunjukkan ikan mas yang sudah ia ambil di dalam plastik.

Menurut Aan, ikan-ikan yang masih segar rencananya akan diolah menjadi ikan asin atau sekadar digoreng untuk konsumsi keluarga. Namun jumlah yang bisa diambil tetap dibatasi.

"Engga boleh banyak-banyak. Ada aturannya. Ini juga paling sekitar delapan kilo saja," katanya kepada Pasundan Ekspres.

Diketahui, fenomena ikan mati massal ini terjadi akibat cuaca buruk yang hampir sepekan melanda wilayah Kabupaten Purwakarta.

Hujan deras disertai mendung tebal tanpa sinar matahari memicu terjadinya up-welling atau umbalan di Waduk Jatiluhur, menyebabkan air dari dasar waduk yang minim oksigen naik ke permukaan.

Dampaknya sangat terasa bagi para petani KJA. Ratusan kilogram hingga berton-ton ikan air tawar mati mendadak, menimbulkan kerugian besar.

Roni, pengelola Kolam Jaring Apung SGH di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, mengatakan kematian ikan di kolamnya sudah terjadi sejak Kamis (22/1/2026) malam.

"Di kolam saya saja yang mati hampir satu ton," ujar Roni mengungkapkan.

Ia menjelaskan, suhu air waduk menurun drastis akibat cuaca ekstrem. Air dingin dari dasar waduk naik ke permukaan membawa kondisi air yang sudah buruk.

"Air dari bawah itu sudah jelek, oksigennya kurang. Ikan enggak kuat, akhirnya mati semua," ucapnya menambahkan.

Di lokasi KJA SGH, sedikitnya terdapat 32 petak kolam jaring apung yang terdampak. Ikan-ikan yang mati sebagian besar masih berusia muda, sekitar satu hingga satu setengah bulan, jauh dari usia panen ideal.

"Normalnya panen itu dua setengah sampai tiga bulan. Ini belum layak panen sama sekali," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, Roni memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp100 juta.

Ia menyebut, hampir seluruh wilayah KJA Waduk Jatiluhur terdampak, meski waktu kejadiannya berbeda-beda.

"Di Jatiluhur hampir semua kena. Dua hari lalu di blok barat dulu, sekarang nyebar ke sini," ucapnya.

Upaya antisipasi dinilai belum efektif. Pemindahan ikan ke kolam lain pun tidak menjamin keselamatan.

"Dipindahkan juga tetap mati, karena airnya sama. Air bau itu turun ke bawah, ngendap," katanya.

Untuk mengurangi kerugian, bangkai ikan mas sebagian dimanfaatkan sebagai pakan ikan patin.

Sementara ikan yang masih hidup namun sekarat tidak bisa dijual ke pasar karena ukurannya terlalu kecil dan kualitasnya menurun.

"Kalau kecil-kecil begini engga laku. Pasar juga engga mau nerima, kebanyakan dan cepat busuk," ujar Roni.

Para petani KJA berharap ada perhatian serius dan solusi jangka panjang dari pemerintah untuk meminimalkan dampak kerugian akibat fenomena alam yang terus berulang ini.(add/sep)

Berita Terbaru

Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini2 jam lalu
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle2 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle3 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga3 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional4 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional4 jam lalu
Krisis Air Bersih Subang Selatan, Pemkab Siapkan Jaringan Pipa 5 Kilometer

Krisis Air Bersih Subang Selatan, Pemkab Siapkan Jaringan Pipa 5 Kilometer

Subang4 jam lalu
KPK Usulkan Harta Pejabat yang Tidak Dilaporkan dalam LHKPN Dirampas Negara

KPK Usulkan Harta Pejabat yang Tidak Dilaporkan dalam LHKPN Dirampas Negara

Nasional4 jam lalu
Viral! Kopdes di Rantauprapat Terendam Banjir, Pemilihan Lokasi Ikut Dipersoalkan

Viral! Kopdes di Rantauprapat Terendam Banjir, Pemilihan Lokasi Ikut Dipersoalkan

Nasional5 jam lalu
Terjadi Akibat Cuaca Buruk di Purwakarta, Fenomena Umbalan, Ribuan Ikan di KJA Jatiluhur Mati Massal | Pasundan Ekspres