Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

UPI Purwakarta Hadirkan Matematika Outdoor Berbasis VR Motif Batik Indonesia

A
Adam SumartoEditor: Dobi Maulana
|14:02 WIB
Bagikan:
UPI Purwakarta Hadirkan Matematika Outdoor Berbasis VR Motif Batik Indonesia
Tim PkM Prodi PGSD UPI Kampus Purwakarta berfoto bersama para peserta kegiatan Matematika Outdoor: Pendampingan Pembelajaran Geometri Menyenangkan Berbasis Media Virtual Reality Motif Batik Indonesia bagi Anak Usia Sekolah Dasar, yang digelar di Yayasan Nurul Islam, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Selasa (30/6/2026). (Gambar: ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANEKEPSRES.ID - Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya melalui transformasi digital pendidikan, pengembangan inovasi pembelajaran, serta implementasi deep learning di sekolah dasar.

Dukungan ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Matematika Outdoor: Pendampingan Pembelajaran Geometri Menyenangkan Berbasis Media Virtual Reality Motif Batik Indonesia bagi Anak Usia Sekolah Dasar” yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi PGSD UPI Purwakarta, Selasa (30/6/2026).

Bertempat di Yayasan Nurul Islam, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar matematika yang lebih bermakna melalui pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) yang dipadukan dengan kekayaan budaya Indonesia serta aktivitas pembelajaran berbasis eksplorasi. 

Program ini melibatkan guru dan peserta didik sekolah dasar sebagai mitra utama. Guru memperoleh pendampingan mengenai pemanfaatan media pembelajaran inovatif berbasis VR, sedangkan peserta didik mengikuti pembelajaran geometri melalui konsep Matematika Outdoor yang dikemas secara interaktif, kontekstual, dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan serta sambutan dari berbagai pihak sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi, yayasan, sekolah, dan pemerintah desa dalam menghadirkan inovasi pembelajaran bagi anak-anak di Desa Bojong Timur.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan Ruang Virtual Batik Geometri Indonesia kepada para guru. Media pembelajaran berbasis VR tersebut mengintegrasikan konsep-konsep geometri dengan beragam motif batik Nusantara sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif. 

Melalui sesi ini, guru memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, serta mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar.

Sebelum mengikuti pembelajaran, peserta didik mengerjakan pre-test sebagai langkah awal untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi geometri. Selanjutnya, siswa diajak mengikuti pembelajaran melalui konsep Matematika Outdoor yang dikembangkan dalam bentuk station learning. 

Pada setiap pos pembelajaran, peserta didik bergerak aktif, berdiskusi, berkolaborasi, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang telah dirancang sesuai dengan materi geometri. Pengalaman belajar semakin menarik ketika peserta didik menggunakan perangkat VR untuk menjelajahi Ruang Virtual Batik Geometri Indonesia. 

Melalui pengalaman yang imersif tersebut, siswa mengamati berbagai motif batik Indonesia sekaligus mengidentifikasi konsep-konsep geometri yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami konsep yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui berbagai aktivitas interaktif pada website Ruang Virtual Batik Geometri Indonesia yang dipadukan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital. 

Beragam misi pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan edukatif yang mendorong peserta didik berpikir kritis, bekerja sama, berdiskusi, sekaligus menerapkan konsep-konsep geometri yang telah dipelajari melalui pengalaman VR.

Peserta didik juga mengikuti sesi refleksi untuk membagikan pengalaman belajar yang mereka rasakan selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, siswa mengerjakan post-test sebagai evaluasi untuk mengetahui perkembangan pemahaman konsep geometri setelah mengikuti pembelajaran berbasis VR dan Matematika Outdoor.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim PkM PGSD UPI Purwakarta berupaya mengimplementasikan konsep deep learning yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang bermakna melalui eksplorasi, interaksi, kolaborasi, dan refleksi. 

Integrasi teknologi digital dengan budaya lokal melalui motif batik Indonesia diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya bangsa.

Dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, Ketua Tim PkM, Teten Ginanjar Rahayu, S.Pd., M.Pd., dan Tim KBK Matematika PGSD UPI Kampus Purwakarta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Menurutnya, laboratorium pendidikan tidak hanya berfungsi menghasilkan berbagai inovasi akademik, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan hasil-hasil tersebut agar memberikan dampak yang dapat dirasakan oleh sekolah maupun masyarakat.

“Laboratorium pendidikan bukan hanya menghasilkan berbagai produk inovasi, tetapi bagaimana hasil tersebut terus berputar, diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan,” kata Teten.

Sementara itu, Kepala Desa Bojong Timur, Dedi Junaedi, S.H., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara UPI Purwakarta, Yayasan Nurul Islam, dan Pemerintah Desa Bojong Timur dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. 

Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahun dan teknologi, tetapi juga perlu dilandasi oleh nilai-nilai etika serta budaya sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda. 

“Pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan etika dan pelestarian budaya agar mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter,” ujarnya. 

Senada, Ketua Yayasan Nurul Islam Agah Nugraha, S.H., menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini tidak hanya menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, tapi juga hasil penelitian diharapkan menjadi bahan perbaikan ke depannya.(add)

Berita Terbaru

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Lifestyle1 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Subang2 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional2 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional12 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional12 jam lalu
Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Subang, 75 Paket Sabu Disita

Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Subang, 75 Paket Sabu Disita

Headline14 jam lalu
Cara Aktifkan Fitur Schedule Call WhatsApp, Biar Gak Lupa!

Cara Aktifkan Fitur Schedule Call WhatsApp, Biar Gak Lupa!

Lifestyle16 jam lalu
Sinopsis Drama Korea Final Table, Ahn Hyo Seop jadi Chef

Sinopsis Drama Korea Final Table, Ahn Hyo Seop jadi Chef

Lifestyle17 jam lalu
Apa Saja Makanan Gluten Free? Ini Daftar Pilihan yang Mudah Ditemukan

Apa Saja Makanan Gluten Free? Ini Daftar Pilihan yang Mudah Ditemukan

Lifestyle17 jam lalu