UPI Purwakarta Kenalkan Scratch kepada Guru Lintas Disiplin Ilmu

PASUNDANEKSPRES.ID - Transformasi digital yang masif dan cepat menjadi tantangan dunia pendidikan pada Abad ke-21 ini, imbasnya, perubahan pada teknologi juga semakin cepat dan pesat. Para guru, siswa, dan sekolah pun harus mengikuti perubahan tersebut dengan terus update kompetensi terbarukan.
Berlatar belakang hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang terdiri atas beberapa dosen dari Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (PSTI), Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB), dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bekerja sama dengan beberapa mitra atau multi pihak menyelenggarakan coaching clinic bagi para guru satuan Pendidikan se-Jawa Barat, belum lama ini.
Kegiatan yang berlokasi di Kampus UPI Purwakarta ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta dan Mitra Industri, yaitu, Intel Indonesia, PT Tera Data Indonusa, Tbk melalui Axioo Class Program. Pihak dari NGO yaitu, Komunitas SFI Jawa Barat, MGMP TJKT Jawa Barat, dan Yayasan Semua Senyum Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh 109 Guru, baik Tingkat TK, SD, SMP, maupun SMA/SMK di Wilayah Jawa Barat.
Kegiatan ini tak lepas dari sinergi kolaborasi multipihak yang melibatkan beragam institusi. UPI Purwakarta melalui Prodi PSTI berperan sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara akademis. Komunitas SFI Jawa Barat berperan sebagai motor penggerak komunitas guru digital. Axioo Class Program bersama Intel Corporation menyediakan kerangka kurikulum bertaraf internasional melalui program Intel Skills for Innovation (SFI) dan Intel Educator.
Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pendidikan berbasis industri yang relevan dengan kebutuhan era digital dan Industri 4.0.
Pola kemitraan strategis ini merupakan perwujudan model Pentahelix, melibatkan unsur Perguruan Tinggi, Industri (PT Tera Data Indonusa/Axioo), Organisasi Masyarakat (Yayasan Semua Senyum Indonesia dan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kabupaten Purwakarta), Pemerintah, dan Media, dalam bingkai Pengabdian kepada Masyarakat yang berkelanjutan Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi UPI, Nuur Wachid Abdul Majid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Upaya meningkatkan kualitas Pendidikan sesuai SDGs nomor 4.
Dengan demikian, kata dia, peran perguruan tinggi bisa menyeluruh dan dapat Bersama-sama mendorong optimalisasi Pendidikan di berbagai satuan Pendidikan.
Nuur Wachid menegaskan bahwa kegiatan ini hadir untuk meruntuhkan stigma yang selama ini berkembang di kalangan guru.
"Technologi seperti coding bukan lagi milik eksklusif guru TIK. Melalui Scratch, guru Matematika bisa membuat alat peraga pecahan bergerak, guru Sejarah bisa membangun lini masa interaktif, dan guru Agama bisa membuat visualisasi tata cara ibadah yang dinamis. Semua bisa, semua mampu," katanya saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen yang menekankan pentingnya pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) di jenjang persekolahan, serta sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan.
Guru yang selama ini terbiasa bergantung pada buku cetak kini didorong untuk beralih menjadi kreator media pembelajaran digital yang inovatif, mandiri, dan berdampak.
Nuur Wachid Abdul Majid, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat UPI 2026–2030.
"Kami percaya bahwa guru yang melek teknologi adalah fondasi utama pendidikan berkualitas yang merata. Program ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan digitalisasi yang akan terus kami perluas ke seluruh wilayah Jawa Barat," ucapnya.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal pembentukan komunitas praktisi guru digital yang akan terus terhubung pasca pelatihan melalui platform digital, sehingga dampak pemberdayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan jauh melampaui hari pelaksanaan.(add/sep)
