Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga BBM Cempaka dan Pengembang di Purwakarta Kompak Bangun Sekolah, Kekurangan SD hingga SMA

A
Adam SumartoEditor: Dede
|06:30 WIB
Bagikan:
Warga BBM Cempaka dan Pengembang di Purwakarta Kompak Bangun Sekolah, Kekurangan SD hingga SMA
Kades Campaka Yayan Sahrodi melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan SD di Perumahan Benteng Mutiara Mas Campaka disaksikan Direktur Utama PT Lan Sena Jaya Alan Suherlan. (Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID-Warga Perumahan Benteng Mutiara Mas (BMM) Campaka bersama-sama PT Lan Sena Jaya yang merupakan pihak pengembang, berkolaborasi mewujudkan pembangunan Sekolah Dasar (SD) di wilayahnya.

Dimulainya pembangunan SD ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Kepala Desa Campaka Yayan Sahrodi, Kamis (16/10/2025).

"Saat ini Desa Campaka kekurangan sekolah, baik tingkat SD, SMP maupun SMA. Di sisi lain, salah satu syarat mendirikan sekolah baru harus ada gedungnya terlebih dahulu," kata Yayan kepada Pasundan Ekspres usai kegiatan.

Yayan pun mengaku sangat antusias dan mengapresiasi inisiatif warga yang dimotori Forum Masyarakat Peduli Pendidikan beserta pihak pengembang Perumahan BMM Campaka untuk mendirikan bangunan SD.

"Kami akan terus mengawal pembangunan SD di Perumahan BMM Campaka ini. Insyaallah, ikhtiar bersama untuk memenuhi pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak bisa terwujud," ujarnya.

Direktur Utama PT Lan Sena Jaya, Alan Suherlan mengungkapkan bahwa sudah menjadi kewajiban pengembang untuk menyerahkan prasarana yang baik untuk warga perumahan.

"Mulai dari prasarana di bidang kesehatan seperti posyandu, kemudian penghijauan, hingga sarana pendidikan berupa sekolah," ucap Alan.

Sebagai langkah awal, kata dia, akan dibangun dua lokal terlebih dahulu dengan anggaran kurang lebih Rp300 juta. Untuk anggarannya, kerja sama antara pengembang dan warga perumahan.

"Peran para tokoh masyarakat juga bisa membantu. Alhamdulillah, hari ini bisa terealisasi prosesi peletakan batu pertama yang menandai pembangunan SD," kata Alan.

Senada, Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan, DR. Toto Sunarya menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah sangat kritis sehingga keberadaan sekolah mendesak.

"Setahun lagi saja tertunda, maka kita sama saja sudah merusak anak-anak kita. Sehingga, tidak ada kata lain harus segera dibangun," ujar Toto tegas.

Ia berharap, inisiatif antara pihak pengembang dan warga akan menggerakkan pemerintah daerah untuk memulai menganggarkan kebutuhan pembangunan sekolah.

"Terlebih dalam menghadapi Visi Indonesia Emas 2045 yang sejatinya sudah dimulai sejak saat ini," ucap Toto menambahkan.

Ia juga menargetkan tahap awal pembangunan bisa selesai pada Desember 2025, sehingga pada 1 Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai.

"Secara khusus kami sampaikan terima kasih kepada pihak pengembang yang telah mendukung dan bersama-sama warga mewujudkan pembangunan sekolah ini," kata Toto.(add/sep)

Berita Terbaru

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional13 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional15 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle17 menit lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional27 menit lalu
ADVERTISEMENT
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline49 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu