Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga di Purwakarta Resah Ada Pungli di Proyek Perbaikan Jalan, Berseragam Orange seperti Petugas

M
MaldiansyahEditor: Asep
|06:00 WIB
Bagikan:
Warga di Purwakarta Resah Ada Pungli di Proyek Perbaikan Jalan, Berseragam Orange seperti Petugas
Seseorang di lokasi proyek pengaspalan jalan berseragam orange dengan bebas meminta pungutan ke pengendara.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah melaranga pungutan liar (Pungli) saat pengerjaan proyek perbaikan jalan. Pasalnya, pungli adalah tindakan ilegal yang melanggar hukum dan bertentangan dengan prinsip keadilan serta tata kelola yang baik.

Pantauan Pasundan Ekspres di lokasi proyek pengaspalan, ditemukan aksi pungli di jalan Sadang Purwakarta-Subang.

Menggunakan wadah bekas cat, seseorang di lokasi proyek pengaspalan dengan berseragam orange bebas meminta pungli ke pengendara yang lewat.

"Pelaku pungli ini anehnya kenapa pakai seragam warna orange yang mirip dengan para pekerja pengaspalan, ini orang luar atau salah satu pekerja proyek. Kalo pekerja proyek masa harus minta-minta receh ke pengguna jalan. Kan ini proyek pemerintah, kalo mereka pekerja proyek pasti sudah dibayar negara jadi gak harus ngencleng lagi," ungkap salah satu pengendara yang mengaku risih.

Beberapa daerah diketahui memiliki peraturan khusus yang melarang pungutan liar. Khususnya tentang Penyelenggaraan Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat yang melarang pungutan liar berkedok sumbangan saat menambal jalan atau pengaspalan jalan baru.

Pungutan liar pada proyek perbaikan jalan tidak hanya merugikan masyarakat dan pihak terkait proyek jika dilakukan oleh orang lain yang bukan pegawai kontraktor, dan jika pegawai kontraktor jelas merusak citra pemerintah dan kerap dianggap menghambat pembangunan.

"Semoga ada pihak yang melaporkannya segera ke pihak berwenang, seperti Kepolisian atau Satgas Saber Pungli," ujar Dede Sahroni (34) salah satu warga yang berada dilokasi pekerjaan proyek kepada Pasundan Ekspres.

Dari pantauan dilokasi, Pemprov Jawa Barat tengah melakukan pengaspalan jalan di jalan utama yang menghubungkan Purwakarta dengan Kabupaten Subang.

Meski kerap mengakibatkan kemacetan, namun sejumlah warga mengapresiasi terlaksanaknya pembangunan Aspal baru disalurkan tersebut.(mas/sep)

Berita Terbaru

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional20 menit lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline59 menit lalu
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle1 jam lalu
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang4 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline4 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle5 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional6 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang7 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional8 jam lalu