Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Hanya Partai Golkar, Lima Partai di Subang Bisa Usung Pasangan Calon di Pilkada Tanpa Harus Koalisi

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|08:49 WIB
Bagikan:
Tak Hanya Partai Golkar, Lima Partai di Subang Bisa Usung Pasangan Calon di Pilkada Tanpa Harus Koalisi

SUBANG-Sejumlah partai politik di Subang berpeluang bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri, tanpa harus koalisi di Pilkada 2024. Hal ini menyusul putusan MK terbaru mengenai syarat pencalonan dalam Pilkada.

Dalam putusan MK tersebut, salah satu bunyinya yakni untuk kabupaten/kota dengan DPT lebih dari 1 juta jiwa, syaratnya adalah minimal meraih 6,5 persen suara untuk bisa mengusung pasangan calon.

Berdasarkan data dari KPU Subang, jumlah DPT pemilu 2024 sebanyak 1.193.642 jiwa. Sehingga 6,5 persen dari DPT yakni 77.586 suara.

Artinya untuk di Subang, partai yang berhasil meraih lebih dari 77.586 suara dapat mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Ada beberapa partai yang meraih suara di atas jumlah itu, antara lain PKS, PKB, NasDem, Gerindra, PDIP dan Golkar di DPRD Subang pada pemilu 2024.

PKS meraih sebanyak 81.766 suara (4 kursi), PKB 99.330 suara (6 kursi), NasDem 112.903 suara (7 kursi), Gerindra 142.517 suara (8 kursi), PDIP 134.822 suara (9 kursi), dan Golkar 172.960 suara (10 kursi).

Jika berdasarkan aturan sebelumnya, hanya Golkar saja yang bisa mengusung pasangan calon sendiri di Pilkada Subang. Dengan putusan MK, kini total enam partai bisa mengusung pasangan calon sendiri.

Ketua DPD PKS Subang, Agus Masykur mengatakan, akan segera merapatkan di internal partai berkaitan dengan keputusan MK mengenai pencalonan di Pilkada ini.

"Tentu informasi keputusan MK ini akan kami rapatkan segera," ungkap Agus Masykur kepada Pasundan Ekspres, Selasa (20/8).

Menurut mantan wakil bupati ini, meskipun berdasarkan perhitungan bahwa PKS bisa mengusung sendiri, tetapi tetap untuk bisa menang di Pilkada harus melakukan kerja sama. Menurutnya, bukan hanya sekedar maju saja di Pilkada, tapi harus meraih kemenangan.

Terpisah, politisi senior PDIP Subang Ujang Yusup Zapet mengatakan, meskipun PDIP bisa mengusung pasangan calon sendiri, tetap perlu membangun komunikasi dengan partai lain.

"Ini bukan hanya sekedar syarat minimal bisa mengusung pasangan calon, tapi logika politiknya juga perlu berjalan. Untuk membangun Subang, saya kira tetap perlu membangun komunikasi dengan partai lain yang punya visi yang sama," jelasnya.

Kader militan PDIP ini mengatakan, untuk bisa menang di Pilkada Subang, pasangan calon bupati dan wakil bupati harus bisa meraih 400.000 ribu suara. Untuk bisa meraih suara sebanyak itu, kata Ujang, kerja sama dengan partai lain perlu dilakukan.

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang, Akhmad Basuni menilai, putusan MK ini akan mempengaruhi konstalasi politik di daerah.

Untuk Subang, kata dia, akan banyak partai yang bisa mengusung pasangan calon sendiri, tanpa harus koalisi. "Partai akan leluasa untuk menentukan pasangan calon bupati dan wakil bupati," katanya.

Dia mengatakan, kesempatan para tokoh untuk bisa berkompetisi di Pilkada Subang akan semakin terbuka. "Akan banyak tokoh-tokoh yang bisa jadi calon bupati dan wakil bupati, jika banyak partai di Subang bisa mengusung pasangan calon sendiri," ujarnya.

Akhmad Basuni secara prinsip mengapresiasi keputusan MK ini. Menurutnya, ini sebagai bentuk keadilan bagi partai untuk lebih leluasa mengusung pasangan calon.

Sementara itu, KPU Subang kini tengah menunggu keputusan resmi dari KPU pusat usai adanya putusan MK tersebut. "Kita lagi nunggu surat resmi dari KPU RI," ungkap Ketua KPU Subang, Abdul Muhyi.(ysp)

Enam Partai Bisa Usung Pasangan Calon

1. Golkar 172.960 suara (10 kursi)

2. PDIP 134.822 suara (9 kursi) 

3. Gerindra 142.517 suara (8 kursi)

4. NasDem 112.903 suara (7 kursi)

5. PKB 99.330 suara (6 kursi)

6. PKS meraih sebanyak 81.766 suara (4 kursi)

** Syarat minimal meraih 77.586 suara

Berita Terbaru

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle8 menit lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta25 menit lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat40 menit lalu
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle1 jam lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga1 jam lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional2 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta3 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta3 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional4 jam lalu