Gerai Cinta Puskesmas Ciasem, Cegah Stunting sejak Pra Nikah | Rumah Inovasi -1

SUBANG – Gerai Cinta Puskesmas Ciasem menjadi inovasi pelayanan kesehatan yang dihadirkan untuk membantu mencegah stunting sejak pra nikah. Melalui program ini, setiap pasangan calon pengantin (Catin) mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebagai bekal mempersiapkan kehamilan yang sehat dan melahirkan generasi berkualitas.
Program Gerai Cinta atau Gerakan Deteksi Dini dan Edukasi pada Catin untuk Cegah Stunting merupakan upaya preventif yang dikembangkan Puskesmas Ciasem untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi mempercepat penurunan angka stunting Subang melalui pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif.
Pemeriksaan kesehatan calon pengantin dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi fisik pasangan sebelum menikah. Dengan kesehatan yang optimal, calon suami dan istri dapat mempersiapkan kehamilan secara lebih baik sehingga risiko stunting pada anak dapat ditekan sejak awal.
Namun, masih banyak pasangan calon pengantin yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah. Berangkat dari kondisi tersebut, Puskesmas Ciasem menghadirkan Gerai Cinta sebagai inovasi pelayanan yang memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan sekaligus edukasi tentang persiapan membangun keluarga sehat.
Pelaksanaan program ini didukung kolaborasi lintas sektor bersama kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA), Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A), DP2KBP3A, sekolah, hingga pemerintah desa.
Melalui Inovasi Gerai Cinta, setiap pasangan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan dan memperoleh sertifikat layak menikah sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan proses administrasi pernikahan di KUA.
Layanan ini juga semakin mudah diakses karena tersedia sistem pendaftaran secara langsung maupun daring melalui Google Form dan QR Code. Sistem tersebut memungkinkan calon pengantin melakukan reservasi jadwal pelayanan tanpa harus mengantre dalam waktu lama.
Saat menjalani pemeriksaan, pasangan calon pengantin mendapatkan skrining gizi, pemeriksaan kesehatan jiwa, penelusuran riwayat penyakit, serta pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, dan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Selain itu, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi kadar hemoglobin (Hb), golongan darah, HIV, Hepatitis B, sifilis, hingga tes kehamilan. Calon pengantin juga memperoleh skrining imunisasi Tetanus (TT), pemberian tablet tambah darah, serta konseling pranikah berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh.
Gerai Cinta Puskesmas Ciasem Tingkatkan Cakupan Layanan
Bidan Puskesmas Ciasem sekaligus penggagas Gerai Cinta, Lina Rosliana, mengatakan inovasi tersebut memberikan berbagai kemudahan, mulai dari efisiensi pelayanan melalui sistem pendaftaran digital hingga penyimpanan data kesehatan secara elektronik.
"Dengan sistem digital, riwayat pendaftaran dan kesehatan calon pengantin dapat tersimpan secara elektronik. Hal ini memudahkan proses verifikasi oleh instansi terkait serta membantu tenaga kesehatan melakukan pemantauan kondisi Catin," ujarnya.
Menurut Lina, Gerai Cinta Puskesmas Ciasem juga berperan penting dalam memastikan kesiapan kesehatan calon ibu sebelum memasuki masa kehamilan sehingga menjadi langkah nyata untuk cegah stunting sejak sebelum pernikahan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ciasem, dr. Iwan Hernawan, S.H., M.HKes, mengungkapkan inovasi berbasis digital tersebut berhasil meningkatkan cakupan pelayanan kepada pasangan calon pengantin di wilayah kerjanya.
"Hingga tahun 2024, sebanyak 260 pasangan Catin atau sekitar 80 persen dari jumlah pasangan yang terdaftar di KUA telah mendapatkan pelayanan. Angka tersebut terus meningkat hingga mendekati 100 persen, dengan total pelayanan kepada 438 pasangan Catin sepanjang periode 2023 hingga 2025," jelasnya.
Tidak hanya meningkatkan cakupan pelayanan, Gerai Cinta juga memberikan dampak terhadap kesehatan ibu hamil. Data Puskesmas Ciasem menunjukkan jumlah ibu hamil yang mengalami anemia pada trimester pertama menurun dari 74 orang menjadi 24 orang pada tahun 2025.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa pemeriksaan kesehatan sejak sebelum menikah mampu meningkatkan kesiapan pasangan dalam merencanakan kehamilan sekaligus mendukung upaya cegah stunting secara berkelanjutan.
Melalui Gerai Cinta Puskesmas Ciasem, inovasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Subang terus berkembang dengan mengedepankan digitalisasi, kolaborasi lintas sektor, dan edukasi masyarakat.
Program ini menjadi bukti bahwa pencegahan stunting dapat dimulai sejak pra nikah, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat dan melahirkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas.(znl/ysp)
