2.026 Jiwa Terdampak Banjir di Desa Muara Blanakan, Bupati Minta Camat dan BPBD Subang Tetap Siaga

PASUNDANEKSPRES.ID - Dari sembilan desa yang terdampak banjir di Kecamatan Blanakan, Desa Muara tercatat sebagai wilayah dengan kondisi paling parah. Jumlah warga terdampak mencapai 2.026 jiwa dari 433 kepala keluarga.
Camat Blanakan, Cucu Wahyu, melaporkan bahwa banjir melanda sembilan desa di wilayahnya, dengan Desa Muara menjadi daerah yang mengalami dampak terberat.
“Saya melaporkan bahwa di Kecamatan Blanakan terdapat sembilan desa yang terdampak banjir, dan yang paling parah adalah Desa Muara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, RD Maman Firmansyah, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir.
“Khusus di Desa Muara, terdapat 2.026 jiwa dari 433 kepala keluarga. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menyalurkan bantuan berupa 4,2 ton beras,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres.
Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, meninjau langsung lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Kecamatan Blanakan, Selasa (27/1/2026). Dalam kunjungannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Akur itu juga menyambangi rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi masyarakat pascabanjir.
Kang Akur menegaskan bahwa banjir di wilayah Blanakan merupakan persoalan yang harus ditangani secara berkelanjutan. Menurutnya, kejadian banjir kerap berulang sehingga memerlukan langkah penanganan jangka panjang.
“Kondisi ini memang tidak kita harapkan, tetapi menjadi kejadian yang berulang dan harus segera ditangani. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk terus melakukan normalisasi sungai agar banjir yang terkesan berulang dapat tertangani,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski kondisi cuaca tampak cerah.
“Saya mohon bapak dan ibu jangan lengah. Tetap waspada karena BMKG memprediksi hujan masih akan terus terjadi,” katanya.
Selain penyaluran bantuan logistik, Wakil Bupati menitipkan pesan kepada Forkopimcam dan pemerintah desa agar memastikan distribusi bantuan berjalan merata serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tetap menjadi prioritas.
“Saya titip agar warga terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik, terutama pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keluhan seperti gatal-gatal,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, BR, S.IP., turun langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Legonkulon, Selasa (27/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang.
Peninjauan tersebut merupakan hari keempat Bupati Subang melakukan pemantauan langsung ke wilayah terdampak banjir. Kegiatan diawali dengan meninjau dapur umum di Aula Kecamatan Legonkulon yang menjadi pusat penyediaan logistik dan makanan bagi warga terdampak.
Bupati yang akrab disapa Kang Rey kemudian menyalurkan bantuan ke sejumlah titik terdampak, di antaranya Kampung Kepuh, Desa Legonkulon, RT 03 RW 02, serta Desa Bobos, RT 09 RW 03. Selain itu, Kang Rey juga meninjau posko penyaluran bantuan di Kecamatan Pusakanagara.
Selain memantau kondisi genangan, Kang Rey menyempatkan diri menyapa warga dan memastikan masyarakat terdampak berada dalam kondisi aman dan sehat.
Ia menginstruksikan BPBD Kabupaten Subang bersama para camat untuk tetap siaga guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya wilayah terdampak banjir.
“Saya ingin memastikan secara langsung bahwa warga terdampak dalam kondisi aman dan tidak ada yang sakit,” ujar Kang Rey saat berdialog dengan warga di Desa Bobos dan Legonkulon.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Genangan tersebut berasal dari luapan Sungai Cigadung dan berpotensi diperparah oleh Sungai Cipunagara yang debit airnya terus meningkat akibat curah hujan tinggi.
Kang Rey menegaskan, salah satu langkah konkret pemerintah daerah adalah mendirikan dapur umum di setiap desa terdampak guna memastikan kebutuhan makanan warga terpenuhi, mengingat sebagian masyarakat mengalami kesulitan beraktivitas akibat genangan banjir.
Ia juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar perbaikan infrastruktur sungai serta normalisasi dapat segera dilakukan demi memberikan rasa aman bagi warga Pantura Subang.
Selain penanganan darurat, Kang Rey menyoroti kondisi tanggul Kali Cipunagara di wilayah Karangmulya yang dinilai sudah tidak layak. Ia berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera membangun tembok penahan tanah (TPT) guna mencegah risiko jebolnya tanggul yang berpotensi menimbulkan banjir susulan.
Sekretaris Camat Legonkulon, Ida Erlinda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Bupati Subang terhadap masyarakat terdampak banjir.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi support system bagi masyarakat. Warga merasa diperhatikan, lebih kuat, dan tidak sendirian menghadapi bencana ini,” ujarnya.
Menurutnya, banjir yang terjadi bukan disebabkan air laut pasang, melainkan tingginya curah hujan yang menyebabkan Sungai Cigadung dan Sungai Cipunagara meluap. Kondisi tersebut diperparah oleh penyempitan aliran sungai akibat bangunan liar serta tumpukan sampah yang menyumbat aliran.
“Ketika aliran sungai tersumbat, air tidak tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman warga. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Menutup peninjauan, Kang Rey menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk melakukan penanggulangan banjir secara menyeluruh, baik penanganan darurat maupun jangka panjang, demi memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi secara optimal. (cdp/znl/ded)
