495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

SUBANG- Prestasi pendidikan dari Kabupaten Subang kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. As-Syifa Wanareja Subang (SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja) mencatat 495 prestasi yang terkurasi dalam sistem Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sekaligus menempatkannya di peringkat pertama Jawa Barat dan masuk 25 besar secara nasional.
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Subang. Sebab, ratusan prestasi yang dihimpun bukan hanya menunjukkan banyaknya penghargaan yang diraih peserta didik, tetapi juga menggambarkan proses pembinaan talenta yang dilakukan secara berkelanjutan.
Di tengah persaingan sekolah untuk mencetak peserta didik berprestasi, SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja membangun pola pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pengembangan karakter, kepemimpinan, keislaman, minat dan bakat juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan sekolah.
Direktur As-Syifa Boarding School, Abdurahim Casim, M.Pd., mengatakan capaian 495 prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak unsur.
“Alhamdulillah, capaian 495 prestasi yang terkurasi Puspresnas ini tentu menjadi sesuatu yang kami syukuri. Namun, kami memandang prestasi bukan sebagai tujuan akhir pendidikan. Prestasi adalah bagian dari proses dan salah satu indikator bahwa ikhtiar pembinaan yang dilakukan secara konsisten mulai menunjukkan hasil,” ujarnya pada Jumat (25/9/2026).
Menurut Abdurahim, setiap peserta didik memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, sekolah berupaya menyediakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan setiap murid menemukan sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
“Setiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Tugas kami adalah menyediakan ekosistem yang memungkinkan potensi itu tumbuh,” katanya.
Ia menjelaskan, pembinaan akademik, karakter, kepemimpinan, keislaman hingga pengembangan minat dan bakat harus berjalan beriringan.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah program 1 Murid 1 Prestasi Terkurasi, sebagai bagian dari upaya mendorong setiap peserta didik memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan capaian yang terukur.
Saat ini, SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja juga tercatat sebagai salah satu peserta Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT). Program tersebut merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta unggul yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan akademik, karakter dan kesiapan peserta didik menghadapi persaingan global. Data program SUGT mencantumkan SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja sebagai salah satu sekolah peserta dari Jawa Barat.
Pihak sekolah juga mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman dalam lingkungan boarding school. Profil resmi SMAIT As-Syifa Wanareja menyebut sekolah tersebut memadukan penguatan akademik, STEM, karakter Islami, kepemimpinan serta pembelajaran berbasis riset dan teknologi.
Bagi As-Syifa, angka 495 bukan sekadar deretan penghargaan. Di balik capaian tersebut terdapat kerja keras peserta didik, pendampingan guru, dukungan orang tua serta lingkungan pendidikan yang terus dibangun untuk mengembangkan potensi siswa.(hdi)
