Alami Krisis Air Selama Satu Bulan, BPBD Subang Salurkan Air Bersih ke SMPN 1 Ciater

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang bergerak cepat merespons keluhan siswa SMPN 1 Ciater yang mengalami krisis air bersih. Sebanyak 10 ribu liter air bersih langsung dikirimkan ke sekolah tersebut untuk memenuhi kebutuhan para siswa dan aktivitas sekolah.
Penyaluran bantuan ini dilakukan setelah BPBD menerima permohonan dari para siswa SMPN 1 Ciater.
Sebelumnya, para siswa menyampaikan bahwa sekolah mereka telah mengalami kesulitan air bersih selama lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas belajar serta kebutuhan kebersihan di lingkungan sekolah.
Sekretaris BPBD Kabupaten Subang, A. Sudrajat, mengatakan pengiriman air bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah langsung Bupati Subang Reynaldy setelah mendapatkan informasi mengenai kondisi yang dialami para siswa.
"Sebanyak 10 ribu liter air kami kirimkan. Ini merupakan perintah langsung Pak Bupati kepada saya selaku Sekban untuk mengirimkan bantuan air bersih setelah mendapat permohonan dari anak-anak sekolah SMPN 1 Ciater," ujar A. Sudrajat kepada Pasundan Ekspres saat pendistribusian air bersih, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, respons cepat tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekolah. Pasokan air menjadi kebutuhan penting, terutama untuk menunjang kegiatan sehari-hari para siswa dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
SMPN 1 Ciater Mengeluhkan Kondisi Kekurangan Air
Sebelumnya, siswa-siswi SMPN 1 Ciater mengeluhkan kondisi kekurangan air yang sudah berlangsung cukup lama. Mereka bahkan berupaya membawa air bersih dari rumah masing-masing untuk digunakan selama berada di sekolah.
Namun, langkah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air secara keseluruhan. Jumlah air yang dapat dibawa siswa dari rumah tentu terbatas, sementara kebutuhan sekolah cukup besar dan berlangsung setiap hari.
Kondisi tersebut kemudian mendorong para siswa menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Subang agar mendapatkan bantuan pasokan air bersih. Permohonan itu pun mendapat respons cepat dari pemerintah melalui BPBD Kabupaten Subang.
A. Sudrajat menegaskan, BPBD akan terus merespons kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi kekurangan air bersih, khususnya apabila kebutuhan tersebut sudah mengganggu aktivitas pelayanan publik maupun pendidikan.
Penyaluran 10 ribu liter air bersih ini diharapkan dapat meringankan kondisi yang dialami SMPN 1 Ciater. Bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.(hdi/sep)
