Andrew Mandala Apresiasi Becak Listrik Bantuan Presiden, Dorong Pengayuh Becak Semakin Produktif

SUBANG- Anggota DPRD Kabupaten Subang Andrew Mandala mengapresiasi bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto yang disalurkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Subang.
Sebanyak 200 unit becak listrik disiapkan untuk pengayuh becak di Subang. Bantuan tersebut diserahkan pada Sabtu (3/10/2026) sebagai bagian dari program bantuan kepada masyarakat, khususnya para pengayuh becak yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik dalam menjalankan pekerjaannya.
Andrew menilai bantuan tersebut memiliki manfaat langsung bagi masyarakat kecil. Terlebih, sebagian penerima merupakan pengayuh becak yang sudah berusia lanjut tetapi masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut Andrew, penggunaan becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik para pengayuh. Dengan begitu, mereka tetap dapat menjalankan profesinya tanpa harus mengeluarkan tenaga sebesar ketika menggunakan becak konvensional.
“Bantuan seperti ini tentu kami apresiasi karena menyentuh langsung masyarakat yang memang membutuhkan. Para pengayuh becak selama ini bekerja mengandalkan tenaga fisik. Dengan adanya becak listrik, mudah-mudahan pekerjaan mereka menjadi lebih ringan,” ujar Andrew.
Ia mengatakan, perhatian terhadap pengayuh becak juga perlu dilihat dari sisi keberlanjutan ekonomi. Becak bukan hanya alat transportasi, tetapi menjadi sarana bagi penerimanya untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, Andrew berharap becak listrik yang telah diberikan tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi benar-benar digunakan untuk aktivitas produktif sehari-hari.
“Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima. Becak ini harus digunakan untuk bekerja, untuk mencari nafkah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya dalam draft pernyataan.
Andrew juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat becak listrik. Menurutnya, kendaraan tersebut merupakan aset produktif yang harus dipelihara agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Ia berharap penerima bantuan memahami cara penggunaan, perawatan serta pengisian daya kendaraan. Hal tersebut penting agar becak listrik dapat terus beroperasi dan tidak justru menjadi beban baru bagi penerima.
“Setelah menerima bantuan tentu harus ada tanggung jawab untuk merawatnya. Jangan hanya dipakai, tetapi juga harus dijaga supaya bisa bertahan lama dan terus memberikan manfaat,” katanya.
Di sisi lain, Andrew menilai pemerintah daerah juga perlu memikirkan fasilitas pendukung, khususnya tempat pengisian daya. Keberadaan titik pengisian yang mudah dijangkau akan menentukan kelancaran penggunaan becak listrik di lapangan.
Menurutnya, bantuan kendaraan listrik akan lebih optimal apabila diikuti dukungan infrastruktur yang memadai.
“Pemerintah daerah tentu perlu melihat kebutuhan setelah becak ini dibagikan. Salah satunya soal pengisian daya. Jangan sampai kendaraannya sudah ada, tetapi penerima kesulitan ketika harus mengisi baterai,” ungkapnya dalam draft statement.
Andrew juga menyebut perlindungan sosial bagi pengayuh becak perlu diperhatikan. Para pengayuh becak merupakan bagian dari pekerja sektor informal yang tetap memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, ia mengapresiasi apabila para penerima bantuan juga mendapatkan akses terhadap perlindungan sosial dan ketenagakerjaan.
“Bantuan ekonomi dan perlindungan sosial harus berjalan beriringan. Kita ingin para pengayuh becak bukan hanya mendapatkan kendaraan, tetapi juga mendapatkan perhatian terhadap keselamatan dan keberlangsungan pekerjaannya,” katanya.
Andrew berharap program tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para penerima. Ia juga mendorong adanya evaluasi setelah bantuan berjalan untuk melihat sejauh mana becak listrik tersebut benar-benar membantu penghasilan pengayuh.
“Setelah beberapa waktu digunakan, tentu perlu dilihat bagaimana manfaatnya di lapangan. Apakah pendapatan meningkat, apakah beban fisik berkurang, dan apa kendala yang dihadapi penerima. Dari situ pemerintah bisa menentukan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
Menurut Andrew, bantuan kepada masyarakat akan semakin berarti apabila tidak hanya selesai pada proses penyerahan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pengawasan.
Ia berharap para pengayuh becak penerima manfaat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk tetap produktif dan menjaga sumber penghasilan keluarganya.
“Harapannya sederhana, para pengayuh becak bisa bekerja lebih ringan, tetap produktif dan ekonominya semakin baik. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah bantuan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang,” pungkasnya.(hdi)
