Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Asal Usul Kesenian Sisingaan Subang Lahir dari Perlawanan terhadap Penjajah

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|07:00 WIB
Bagikan:
Asal Usul Kesenian Sisingaan Subang Lahir dari Perlawanan terhadap Penjajah
Kesenian Sisingaan Subang

SUBANG - Kesenian Sisingaan Subang selama ini dikenal sebagai hiburan meriah yang mengiringi arak-arakan khitanan di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Namun, di balik iringan musik yang semarak dan atraksi para pengusung, tersimpan sejarah panjang yang sarat makna perjuangan rakyat melawan penjajahan.

Tak banyak yang mengetahui bahwa kesenian khas Subang ini diyakini lahir sekitar tahun 1850-an, ketika masyarakat hidup di bawah tekanan penjajahan Belanda dan Inggris. Pada awal kemunculannya, Sisingaan memang digunakan sebagai hiburan dalam prosesi khitanan anak. Namun, di balik pertunjukan tersebut, masyarakat menyisipkan simbol-simbol perlawanan yang sulit dideteksi oleh pemerintah kolonial.

Patung singa yang menjadi ikon utama Sisingaan bukan dipilih tanpa alasan. Singa melambangkan kekuasaan penjajah, terutama Kerajaan Inggris yang menggunakan singa sebagai lambang kebesaran negaranya. Melalui simbol itu, masyarakat menyampaikan kritik terhadap kekuatan asing yang menguasai dan menindas kehidupan rakyat.

Sementara itu, anak yang duduk di atas patung singa memiliki filosofi yang sangat mendalam. Sosok tersebut melambangkan generasi penerus bangsa yang diharapkan tumbuh menjadi pribadi pemberani, mampu mengalahkan penjajah, serta membawa rakyat menuju kehidupan yang lebih merdeka dan sejahtera.

Makna perjuangan juga terlihat pada empat orang pengusung patung singa. Mereka melambangkan rakyat pribumi yang harus memikul beban berat akibat penindasan ekonomi dan sosial selama masa penjajahan. Meski demikian, mereka tetap berdiri teguh, berjalan bersama, dan tidak kehilangan semangat untuk bertahan.

Seiring berjalannya waktu, fungsi Sisingaan terus berkembang. Jika dahulu identik dengan prosesi khitanan, kini kesenian tersebut telah menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Subang. Sisingaan kerap ditampilkan dalam penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, peringatan hari besar, hingga berbagai agenda pariwisata.

Hingga kini, Sisingaan bukan sekadar tontonan yang menghibur. Di balik gerakan para pengusung dan dentuman musik tradisional, tersimpan pesan tentang keberanian, persatuan, serta semangat rakyat Subang dalam menghadapi berbagai tantangan. Tak heran jika kesenian ini tetap lestari dan menjadi salah satu warisan budaya yang paling dibanggakan masyarakat Subang.

Berita Terbaru

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Subang7 menit lalu
Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Subang37 menit lalu
17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

Subang1 jam lalu
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle2 jam lalu
Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Headline2 jam lalu
Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Nasional2 jam lalu
Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Nasional2 jam lalu
Pojokan 324: Ah, Surya!

Pojokan 324: Ah, Surya!

Opini3 jam lalu
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Jawa Barat4 jam lalu