Asyla, siswi kelas 3 SDN Ciheuleut Subang Harumkan Sekolah di Ajang FTBI

PASUNDANEKSPRES.ID-Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswi kelas 3 SDN Ciheuleut Subang, Asyla Melodi Sherly, yang berhasil meraih Juara 1 cabang Ngadongeng Basa Sunda dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Asyla untuk mewakili Kabupaten Subang di ajang FTBI tingkat nasional. Di usianya yang masih belia, Asyla mampu menampilkan dongeng dengan ekspresi, intonasi, dan penguasaan bahasa Sunda yang memikat juri maupun penonton.
Kepala SDN Ciheuleut, Suharya, mengaku bangga atas capaian luar biasa yang diraih siswinya tersebut.
“Kami merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih Asyla Melodi Sherly. Ia telah mengharumkan nama sekolah sekaligus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Suharya menambahkan, pihak sekolah selalu memberikan dukungan penuh kepada siswa-siswinya untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
“Kami selalu hadir memberikan dukungan langsung setiap kali siswa tampil. Semangat dan dukungan dari lingkungan sekolah sangat penting bagi keberhasilan mereka,” katanya.
Ia juga mengaku terharu karena dukungan terhadap Asyla datang dari berbagai pihak.
“Saat Asyla tampil, banyak pihak yang turut memberikan dukungan, termasuk dari K3S Kecamatan Subang dan Disdikbud Kabupaten Subang. Bahkan Ibu Kepala Dinas Nunung Suryani ikut hadir menyaksikan hingga acara selesai,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Nunung Suryani, turut memberikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi gemilang tersebut.
“Selamat kepada Asyla Melodi Sherly yang telah meraih Juara 1 Lomba Ngadongeng Basa Sunda tingkat Provinsi Jawa Barat dalam ajang FTBI 2025,” ujarnya.
Nunung berharap, prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi serta melestarikan bahasa dan budaya daerah.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Subang memiliki potensi besar dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Sunda, melalui seni mendongeng,” pungkasnya.(znl/ded)
