Banjir di Subang Tak Hanya Soal Hujan, Pemerintah Lakukan Penanganan Menyeluruh

PASUNDANEKSPRES.ID - Hujan lebat yang turun hampir sepekan terakhir kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Air menggenangi permukiman, lahan pertanian, hingga fasilitas umum, menandai bahwa persoalan banjir di Subang ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Kawasan Ciasem Tengah dan Ciasem Hilir tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling berat setelah tanggul jebol dan air meluas ke rumah-rumah warga.
Pemerintah Kabupaten Subang langsung mengerahkan tim gabungan untuk memastikan keselamatan warga serta membatasi dampak lanjutan.
Prioritas awal diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta perlengkapan darurat disalurkan melalui koordinasi lintas instansi.
“Kita siapkan terlebih dahulu kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan hingga alat dan layanan kesehatan. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dapat segera tersalurkan,” ujar Reynaldy saat turun langsung ke lapangan untuk melihat dampak banjir di Kecamatan Ciasem, Sabtu (24/1/2026).
Selain Ciasem, banjir juga tercatat terjadi di Kecamatan Pamanukan dan Blanakan. Pemerintah daerah melakukan pendataan untuk memetakan dampak di tiap wilayah.
“Di Blanakan banjir lebih berdampak ke sektor pertanian. Di Pamanukan banjir ada tapi tidak terlalu parah. Kondisi paling berat memang terjadi di Kecamatan Ciasem akibat jebolnya tanggul,” jelasnya.
Pemkab Subang juga membuka pendampingan administratif bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen penting akibat banjir.
“Jika ada masyarakat yang kehilangan dokumen penting, Pak Camat segera mendata. Baik itu KTP, ijazah, maupun sertifikat tanah, akan kami bantu komunikasikan dengan instansi terkait agar bisa diurus kembali,” kata Reynaldy.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah menempatkan perbaikan tanggul sebagai fokus utama penanganan jangka panjang. Kondisi geografis Subang yang berada di kawasan cekungan dinilai membuat daerah tersebut rentan tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi.
Upaya penanganan banjir di Subang ini sejalan dengan pesan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang disampaikan saat penyerahan bantuan banjir pada 2021.
Dikutip dari Antara, saat itu, Ma’ruf Amin mengingatkan pentingnya pembenahan agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
“Mudah-mudahan banjir tahunan di Subang tidak terus berulang-ulang. Kalau berulang artinya kita itu apa ya, tidak cerdas,” ujarnya.
Ma’ruf Amin juga menekankan bahwa banjir di Subang tidak semata dipicu oleh faktor hujan, tetapi turut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
“Dua-duanya tidak boleh dilanggar. Apabila dilanggar akan timbul kerusakan,” tegasnya.
(pm)
