Baru 135 Desa Miliki Perpustakaan, Disarpus Subang Dorong Literasi dan SDM Warga

SUBANG – Dari 250 desa di Kabupaten Subang, baru 135 yang memiliki perpustakaan.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Subang terus melakukan pembinaan agar fasilitas literasi desa berkembang lebih optimal.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Subang, Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP., menegaskan perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sarana edukasi dan peningkatan keterampilan warga.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan jumlah buku agar masyarakat semakin terdorong untuk membaca,” ujarnya, Rabu (27/8).
Pembinaan yang dilakukan Disarpus tidak sebatas pengadaan buku, tetapi juga peningkatan layanan, pelatihan pengelola, serta promosi literasi.
Program ini sejalan dengan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menjadi salah satu indikator Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Menurut Yeni, perpustakaan desa diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Akses pengetahuan yang lebih luas diyakini mampu mendorong masyarakat mengembangkan usaha kecil, meningkatkan produktivitas, hingga mengurangi angka pengangguran.
Meski demikian, pengembangan perpustakaan masih terkendala pendanaan. Dana desa yang dialokasikan untuk pengadaan buku rata-rata hanya Rp5 juta per desa, jumlah yang dinilai belum memadai.
“Kami berharap ke depan alokasi dana desa bisa ditingkatkan, sehingga literasi masyarakat dapat berkembang lebih optimal,” ucap Yeni.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, Disarpus, dan masyarakat, perpustakaan desa di Subang diyakini dapat menjadi motor penggerak literasi sekaligus penguatan SDM pedesaan.(znl/ded)
