Bayu Satya Dorong Revolusi Pangan Jawa Barat, Maksimal Produksi Dalam Negeri

PASUNDANEKSPRES.ID-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Bayu Satya Prawira, menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional.
Menurut Bayu, DPRD Provinsi Jawa Barat sepenuhnya mendukung program-program yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan, termasuk penanaman jagung yang digagas bersama pemerintah pusat dan daerah.
Ia menilai, sinergi berbagai pihak akan membuat upaya tersebut berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kita DPRD Provinsi pasti sangat mendukung program seperti ini. Karena kalau dikroyok bareng-bareng seperti yang disampaikan Pak Wapres tadi saat zoom hasilnya akan bagus dan ketahanan pangannya akan terlaksana dengan baik,” ujar Bayu pada Pasundan Ekspres usai menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak di Kecamatan Pamanukan.
Namun demikian, Bayu mengingatkan agar ketahanan pangan tidak hanya dimaknai sebatas ketersediaan bahan pangan, melainkan harus menjadi gerakan kemandirian yang berorientasi pada produksi dalam negeri.
Anggota DPRD Dapil XI yang meliputi Subang, Majalengka, Sumedang itu menolak ketergantungan pada impor bahan pangan dan menyerukan apa yang ia sebut sebagai “revolusi pangan”.
“Keinginan kita, ketahanan pangan jangan sampai ngambil dari luar. Semua harus dari hasil bumi kita sendiri jagung, padi, dan yang lainnya. Makanya saya menyebutnya bukan lagi ketahanan pangan, tapi revolusi pangan,” tegasnya.
Bayu juga menyoroti potensi besar Jawa Barat dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Menurutnya, daerah-daerah seperti Indramayu, Subang, dan sekitarnya merupakan lumbung padi utama yang harus terus diberdayakan.
“Jawa Barat ini punya potensi besar. Indramayu itu penghasil padi terbesar, termasuk Subang juga luar biasa. Jadi kita harus mengoptimalkan hasil bumi kita sendiri,” tutupnya. (cdp/ded)
