Berdiri Sejak 1964, SDN Ciwangun di Perbukitan Subang Punya View Hijau yang Memukau dan Kisah Unik di Baliknya

PASUNDANEKSPRES.ID - Berdiri di ketinggian perbukitan Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, ada sebuah sekolah dasar yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga setempat sejak puluhan tahun silam, SDN Ciwangun namanya.
Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar biasa — dari halamannya, hamparan perbukitan hijau Subang terbentang begitu luas, seolah menjadi latar lukisan yang tak pernah membosankan.
Sekolah ini pertama kali berdiri pada 1964. Lebih dari enam dekade kemudian, SDN Ciwangun tetap kokoh berdiri di tengah perkampungan yang jauh dari keramaian kota.
Kini, sekolah tersebut diasuh oleh 10 tenaga pengajar termasuk kepala sekolah, dengan kombinasi guru P3K penuh waktu dan paruh waktu yang bahu-membahu menjalankan proses belajar mengajar setiap harinya.
Pemandangan Hijau yang Jadi Daya Tarik Tersendiri
Letaknya yang berada di dataran tinggi memang menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki banyak sekolah lain di Subang.
Kelas-kelas di SDN Ciwangun dikelilingi udara segar dan pemandangan bukit yang menghijau, memberi suasana belajar yang asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota.
"Alam di sini memang masih sangat terjaga. Itu yang kami syukuri," ujar Pak Deden, kepala sekolah SDN Ciwangun.
Tak mengherankan jika keindahan sekolah ini kemudian menarik perhatian banyak orang ketika kontennya tersebar luas di media sosial belakangan ini.
Siswa Kelas Satu Masih Perlu Diantar, Ini Alasannya
Namun di balik panorama alam yang memanjakan mata itu, ada satu cerita yang cukup unik sekaligus mengundang simpati.
Sekolah ini berdampingan langsung dengan sebuah pemakaman umum — lokasinya hanya selemparan batu dari halaman sekolah.
Akibatnya, anak-anak yang baru duduk di kelas satu kerap tidak berani datang sendiri.
"Anak-anak yang baru masuk, terutama kelas satu, banyak yang masih takut kalau tidak diantar orang tuanya. Maklumlah, pemakaman itu memang ada tepat di dekat sekolah," kata Pak Deden.
Kondisi ini membuat keterlibatan orang tua dalam mengantar anak ke sekolah menjadi hal yang lumrah di lingkungan SDN Ciwangun, setidaknya di tahun-tahun pertama masa sekolah anak mereka.
3,5 Kilometer Ditempuh Setelah Subuh
Tantangan lain datang dari jarak. Banyak siswa yang tinggal sekitar 3,5 kilometer dari sekolah, melewati jalur perbukitan yang tidak selalu mudah dilalui. Untuk bisa tiba tepat waktu, tidak sedikit murid yang sudah beranjak dari rumah tepat setelah menunaikan shalat Subuh.
"Mereka berangkat pagi sekali. Setelah Subuh sudah jalan. Itu sudah jadi kebiasaan anak-anak di sini," ungkap Pak Deden.
Kebiasaan ini, meski berat didengar, justru mencerminkan semangat belajar yang tidak kecil dari anak-anak di kawasan terpencil ini.
Absen Pakai ID Card, Orang Tua Langsung Dapat Notifikasi WhatsApp
Yang menarik, meski berada jauh dari pusat Kabupaten Subang, SDN Ciwangun justru sudah melangkah lebih maju dalam hal teknologi dibanding yang mungkin banyak dibayangkan orang.
Sekolah ini telah menerapkan sistem absensi digital menggunakan ID card yang terhubung langsung ke sistem pesan WhatsApp. Setiap kali siswa melakukan absen, orang tua secara otomatis menerima notifikasi di ponsel mereka.
"Kami terapkan ini supaya orang tua bisa tetap memantau anak-anak dari rumah. Jadi mereka tidak perlu khawatir, terutama yang anaknya harus jalan jauh," jelas Pak Deden.
Inovasi sederhana ini terbilang cukup maju untuk ukuran sekolah dasar di kawasan terpencil, dan menjadi bukti bahwa keterbatasan lokasi tidak selalu berbanding lurus dengan keterbatasan cara berpikir.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Di penghujung obrolan, Pak Deden menuturkan satu harapan yang sederhana namun bermakna besar bagi keberlangsungan sekolah. SDN Ciwangun, katanya, sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah untuk perbaikan dan pengembangan sarana serta prasarana sekolah.
"Semoga ke depannya ada perhatian lebih untuk fasilitas di sini. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman, seperti sekolah-sekolah di tempat lain," harapnya.
Dengan segala keterbatasan dan keunikannya, SDN Ciwangun berdiri sebagai potret nyata semangat pendidikan di pelosok Subang — penuh warna, penuh cerita, dan tidak kekurangan harapan. (jelajahsubang.id)
