BP4D Subang Gelar Final Riset Kompetitif 2026, Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Inovasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan melaksanakan kegiatan Penilaian Tahap Final Riset Kompetitif Tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh lima usulan riset terbaik yang telah lolos seleksi dan ditetapkan sebagai finalis.
Penilaian tahap final ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BP4D Kabupaten Subang, Eti Maryati, S.IP., MT. Dalam sambutannya, ia menyampaikan BP4D Kabupaten Subang dalam waktu dekat akan bertransformasi menjadi Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah), sehingga riset dan inovasi menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah yang berbasis bukti.
Eti Maryati menegaskan, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Subang.
"Melalui kolaborasi riset yang kuat, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan dan inovasi yang aplikatif serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah," ujarnya.
Sebagai penilai pada tahap final, BP4D menghadirkan Arief Dhany Sutadian, ST., M.Eng., Ph.D., yang menjabat sebagai Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat.
"Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mencakup kualitas substansi penelitian, metodologi yang digunakan, serta kesesuaian usulan dengan isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Subang," ungkapnya.
Adapun lima usulan penelitian yang dipresentasikan berasal dari berbagai institusi, di antaranya Politeknik Negeri Subang dengan dua judul riset, yakni optimalisasi teknologi hidroponik Machida untuk meningkatkan produktivitas melon dan daya tarik agrowisata petik sendiri di Sagalaherang, serta pemetaan multidimensi potensi Subang melalui integrasi metode PRA, GIS, dan survei.
Selain itu, STIESA mengajukan penelitian mengenai sinergi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Subang ditinjau dari perspektif akuntabilitas keuangan desa.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan dua usulan riset, yakni pengembangan inovasi pangan berbasis beras ketan gendel beserta perlindungan kekayaan intelektualnya, serta pengolahan limbah kulit nanas menjadi produk bernilai tambah guna mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan agroindustri nanas Subang.
Menurutnya, melalui tahapan penilaian akhir ini, BP4D Kabupaten Subang berharap dapat memilih penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
"Hasil riset terpilih diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan serta mendorong terwujudnya pembangunan Kabupaten Subang yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal," pungkasnya.(znl)
