BPBD Subang Matangkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust

PASUNDANEKSPRES.ID - Ancaman gempa bumi berskala besar atau megathrust kembali menjadi perhatian serius. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Menghadapi Ancaman Gempa Bumi Berskala Besar-Megathrust di Aula Tangguh BPBD Kabupaten Subang, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan pemangku kepentingan yang membahas berbagai langkah mitigasi serta kesiapan daerah dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gempa besar yang berpotensi berdampak luas di Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, mengungkapkan pemerintah daerah saat ini telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk penentuan lokasi yang dapat dijadikan titik evakuasi atau titik kumpul masyarakat apabila terjadi bencana besar.
Menurutnya, lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kapasitas untuk menampung masyarakat dalam jumlah besar.
"Sudah disiapkan satu lokasi yang nantinya bisa dijadikan tempat evakuasi atau titik kumpul apabila terjadi bencana. Lokasinya dinilai aman dan sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi pengungsian," ujar Udin kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, konsep penyiapan lokasi evakuasi tersebut mengadopsi pola yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain. Selain sebagai tempat perlindungan sementara, kawasan tersebut juga dirancang untuk mendukung distribusi bantuan dan pelayanan darurat kepada masyarakat terdampak.
BPBD Subang bersama Pemerintah Kabupaten Subang juga berencana melengkapi lokasi tersebut dengan fasilitas dasar seperti sanitasi, MCK umum, serta bangunan serbaguna yang dapat digunakan sebagai pusat penanganan darurat ketika bencana terjadi.
"Kalau diperlukan, lokasi itu bisa menjadi safe house atau tempat aman untuk evakuasi korban berbagai jenis bencana," katanya.
Subang Bukan Wilayah Zona Sumber Megathrust
Meski demikian, Udin menegaskan bahwa Kabupaten Subang bukan merupakan wilayah yang secara langsung berada di zona sumber gempa megathrust. Namun demikian, dampak tidak langsung tetap perlu diwaspadai.
Menurutnya, apabila terjadi gempa megathrust besar di wilayah selatan Pulau Jawa, getaran yang ditimbulkan berpotensi memicu aktivitas sejumlah patahan aktif di Jawa Barat, termasuk Sesar Lembang yang selama ini menjadi perhatian para ahli kebencanaan.
"Subang memang tidak berada langsung di kawasan megathrust. Namun yang dikhawatirkan adalah efek lanjutannya. Jika terjadi gempa besar, bukan tidak mungkin sesar-sesar aktif seperti Sesar Lembang ikut terpicu," jelasnya.
Karena itu, BPBD Subang terus memperkuat upaya edukasi dan mitigasi kepada masyarakat. Salah satu langkah yang saat ini dijalankan adalah implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang telah diperkuat melalui Surat Keputusan Bupati Subang.
Melalui program tersebut, seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi diwajibkan mendapatkan edukasi kebencanaan secara berkala.
"Kami terus memberikan pelatihan dan edukasi. Sekarang sudah ada SK Bupati tentang SPAB. Setiap sekolah wajib diberikan pemahaman mengenai kebencanaan agar masyarakat sejak usia dini memahami bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana," ungkap Udin.(hdi/sep)
