BULOG Bersama Bapanas dan Pemerintah Daerah Subang Meninjau Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Pangan

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat di Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program bantuan pangan pemerintah berjalan lancar dan diterima masyarakat sesuai ketentuan.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG Ade Prastya Nurdin, S.I.P., serta Bupati Subang Reynaldi Putra Andita B.R., S.IP. Kehadiran jajaran Bapanas, BULOG, dan Pemerintah Daerah di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyaluran bantuan berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus berupaya memastikan bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kelancaran penyaluran bantuan tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, dan seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
“Bantuan pangan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk masyarakat. Kita ingin memastikan beras yang menjadi hak masyarakat benar-benar sampai kepada penerima. Karena itu, seluruh pihak harus bergerak bersama, memastikan penyalurannya tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan yang terus berjalan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Subang.
Menurutnya, pengawasan dan koordinasi pada setiap tahapan sangat penting agar program tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG Ade Prastya Nurdin menegaskan kesiapan BULOG dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program Bantuan Pangan di seluruh wilayah Indonesia. BULOG, kata dia, terus memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
“BULOG memastikan seluruh sumber daya yang kami miliki, mulai dari kesiapan stok, jaringan pergudangan, hingga dukungan operasional di lapangan, terus dimaksimalkan untuk mendukung penyaluran Bantuan Pangan. Kami siap menjalankan penugasan pemerintah agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai alokasi dan jumlah yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, program Bantuan Pangan untuk periode Juli hingga September 2026 di Jawa Barat menyasar sebanyak 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP), dengan total alokasi mencapai sekitar 181 ribu ton beras. Sementara itu, di Kabupaten Subang, program tersebut menyasar 277.954 PBP dengan total alokasi mencapai sekitar 8 ribu ton beras.
Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Ciasem Girang berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para penerima datang untuk mengambil bantuan beras untuk alokasi Juli hingga September 2026, dengan total 30 kilogram beras untuk setiap PBP, atau masing-masing 10 kilogram per bulan.
Pimpinan Cabang BULOG Subang Laswenri menyampaikan, khusus di Desa Ciasem Girang, bantuan pangan dialokasikan kepada 3.107 PBP dengan total 93.210 kilogram beras. Sementara itu, di Kecamatan Ciasem tercatat sebanyak 24.075 PBP. Untuk Kabupaten Subang secara keseluruhan mencapai 277.954 PBP, sedangkan wilayah kerja Kantor Cabang BULOG Subang mencapai 404.226 PBP dengan total alokasi sebanyak 12.126.780 kilogram beras.
Melalui jaringan pergudangan dan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, BULOG terus memperkuat koordinasi dengan Bapanas, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan program Bantuan Pangan berjalan optimal. Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi hingga sampai ke masyarakat.
Program Bantuan Pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, menjaga daya beli, serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
"Maka program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaat kebijakan pangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya.(znl)
