Bulog Perkuat Tata Kelola Pangan di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Perum BULOG terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola pangan, mulai dari pengadaan, penyimpanan, hingga penyaluran beras.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kunjungan jajaran Perum BULOG ke sejumlah penggilingan padi di Kabupaten Subang. Dalam kunjungannya, BULOG meninjau langsung proses pengelolaan beras sekaligus memastikan rantai pasok pangan berjalan secara optimal.
Rombongan BULOG mengunjungi salah satu penggilingan padi yang berada di wilayah Ciasem, Subang. Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Pengadaan Perum BULOG Pusat Dr. Ir. Prihasto Setyanto, Direktur Pemasaran Perum BULOG Pusat Rahmanto Amin Jatmiko, Pimpinan Wilayah Perum BULOG Jawa Barat, serta jajaran Perum BULOG Kantor Cabang Subang.
Dalam kesempatan tersebut, BULOG menegaskan penugasan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pengadaan beras, tetapi juga mencakup berbagai aspek tata niaga pangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan rantai pasok berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi petani, konsumen, maupun pelaku usaha.
"Pemerintah saat ini sedang menjaga keseimbangan dari sisi petani, konsumen, maupun pengusaha agar semuanya dapat berjalan dengan baik," ujar perwakilan Bulog.
Sinergi BULOG Dengan Pelaku Usaha
Kunjungan ke penggilingan padi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BULOG dengan para pelaku usaha perberasan. Selain di Ciasem, rombongan juga meninjau Sentra Penggilingan Padi yang berada di wilayah Pamanukan.
Melalui peninjauan secara langsung, BULOG dapat melihat kondisi proses pengelolaan serta ketersediaan beras di tingkat penggilingan. Koordinasi dengan penggilingan padi, petani, dan pelaku usaha dinilai penting untuk memastikan rantai pasok beras berjalan secara efektif.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BULOG Subang Laswenri mengimbau seluruh pelaku usaha dan pedagang beras agar bersama-sama mematuhi regulasi tata niaga yang berlaku. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perberasan yang sehat, tertib, dan berkeadilan.
Laswenri juga menekankan pentingnya transparansi dalam aktivitas perdagangan beras. Dengan kepatuhan terhadap regulasi dan koordinasi antarpihak, diharapkan pengelolaan tata niaga beras di Kabupaten Subang dapat berjalan semakin baik.
Melalui penguatan pengadaan, pengelolaan stok, pengawasan mutu, serta sinergi dengan berbagai pihak, Perum BULOG terus menjalankan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan kepentingan petani, konsumen, dan pelaku usaha sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.(znl/sep)
