BUMD BPR KU Jabar dan Subang Sejahtera Belum Setor PAD, Ini Kata Bupati

PASUNDANEKSPRES.ID - PT BPR KU Jabar dan PT Subang Sejahtera tercatat belum menyetorkan dividen hingga menjelang akhir semester II tahun ini.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar, belum lama ini.
“Dari PT Bank Subang yang telah merealisasikan Rp4,3 miliar dari target Rp4,6 miliar. Disusul PDAM Subang dengan realisasi Rp1 miliar dari target Rp1,8 miliar, dan PT Subang Energi Abadi sebesar Rp750 juta sesuai target. Sementara itu, PT BPR KU Jabar dan PT Subang Sejahtera belum menyetorkan dividen hingga menjelang akhir semester II tahun ini,” ungkapnya.
Hingga menjelang akhir tahun anggaran 2025, dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tercatat belum menyetorkan deviden ke pemda.
Padahal, realisasi pendapatan dari BUMD diharapkan sangat diharapkan untuk membiayai belanja pemda.
BUMD yang lain sudah setor deviden sebesar Rp6,05 miliar ke Pemda Subang hingga awal Oktober 2025.
Deviden dari BUMD ini tercatat sebagai penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Masih ada waktu bagi BUMD di Subang untuk mencapai target hampir Rp10 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengaku tengah menata kembali manajemen BUMD agar lebih sehat dan transparan.
Ia menyampaikan, meski realisasi dividen belum sepenuhnya optimal, pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama.
“Untuk BUMD sendiri saya sedang pelan-pelan, karena saya fokusnya satu-satu. Kemarin Subang Sejahtera (SS) baru kita tata,” terangnya kepada Pasundan Ekspres beberapa waktu lalu.
