BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

PASUNDANEKSPRES.ID - BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, mulai memetik hasil dari pengembangan usaha pertanian jagung hibrida. Panen perdana jagung tebon yang ditanam melalui kolaborasi Forum BUMDes Kabupaten Subang dengan GDA menjadi langkah awal membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat desa.
BUMDes CIPATI Ikut Mengambil Bagian
Ketua BUMDes Cimeuhmal, Ucu Abdul Hamid, mengatakan penanaman jagung tersebut berawal sekitar tiga bulan lalu setelah pihaknya mendapat informasi mengenai program penanaman jagung hibrida dari Forum BUMDes Kabupaten Subang untuk memenuhi kebutuhan GDA. Melihat peluang tersebut, BUMDes CIPATI memutuskan ikut mengambil bagian dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 355 bata untuk penanaman perdana.
"Sekitar tiga bulan ke belakang, kami mendapat undangan dari Forum BUMDes terkait program penanaman jagung hibrida untuk kebutuhan GDA. Saya langsung mengambil sikap untuk ikut serta dalam penanaman jagung tersebut di lahan sekitar 355 bata," ujar Ucu saat di wawancara di lokasi, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, program tersebut mulai menarik perhatian petani lain setelah melihat langsung proses penanaman hingga panen. Sejumlah petani pun mulai mencari informasi dan menjajaki peluang untuk ikut menanam jagung melalui program tersebut.
Ucu menyebut, lahan yang telah terdaftar melalui BUMDes untuk pengembangan berikutnya diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Kondisi ini dinilai menjadi peluang untuk memperluas kegiatan pertanian sekaligus memperkuat peran BUMDes dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Tak hanya membuka peluang usaha, kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar. Ucu mengatakan, sekitar 18 orang turut bekerja dalam proses pengembangan usaha jagung, terdiri dari anggota Karang Taruna RW 04 dan RW 06 serta warga setempat.
"Kami melibatkan Karang Taruna dan masyarakat. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa membantu petani sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga yang ikut terlibat," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Subang, Lita Pelitiani, menyampaikan dukungan terhadap pengembangan usaha BUMDes melalui sektor pertanian.
Menurutnya, pembinaan BUMDes menjadi salah satu tugas bidang PUEM. Karena itu, pihaknya mendorong berbagai inisiatif usaha desa yang memiliki potensi ekonomi dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami sangat mendukung program ini dan mendorong keberhasilan BUMDes. Kehadiran kami di sini untuk melihat langsung hasil kerja BUMDes dan kolaborasinya dengan Forum BUMDes serta GDA," ujar Lita.
Ia berharap keberhasilan panen perdana di Desa Cimeuhmal dapat menjadi contoh bagi BUMDes lain di Kabupaten Subang untuk mengembangkan usaha produktif sesuai potensi masing-masing desa.
Terkait peluang pengembangan lahan, Lita menjelaskan bahwa pemetaan perlu dilakukan bersama pemerintah desa. DPMD, kata dia, mendorong agar pengembangan usaha tetap berjalan sesuai regulasi dan tidak berbenturan dengan ketentuan yang berlaku.
Pihaknya juga membuka peluang dukungan sesuai kebijakan dan kemampuan anggaran yang tersedia. Namun, untuk pelaksanaan saat ini, dukungan pengembangan usaha perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Forum BUMDes Kabupaten Subang, Nana, mengatakan panen perdana tersebut menjadi salah satu hasil konkret kolaborasi antara Forum BUMDes dan GDA atau Global Dairi Alami.
Ia menyebut kebutuhan jagung untuk GDA mencapai sekitar 80 ton per hari. Besarnya kebutuhan tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi BUMDes di berbagai desa untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. "Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan panen perdana dari kolaborasi Forum BUMDes dengan GDA, dan salah satu BUMDes yang mulai panen adalah Desa Cimeuhmal. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi potensi bagi desa-desa lain," kata Nana.
Nana menambahkan, Forum BUMDes terus menyosialisasikan peluang kerja sama tersebut kepada BUMDes di Kabupaten Subang maupun daerah lain. Sejumlah BUMDes, lanjutnya, telah menjajaki pengembangan lahan dengan luasan yang lebih besar, termasuk rencana penanaman sekitar 20 hektare di salah satu lokasi.
Secara keseluruhan, Forum BUMDes juga menargetkan pengembangan penanaman hingga sekitar 30 hektare dalam rencana berikutnya, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan ketersediaan air. Panen perdana di Desa Cimeuhmal diharapkan menjadi awal pengembangan usaha pertanian yang lebih luas melalui BUMDes.
Dengan dukungan kolaborasi, pendampingan pemerintah, dan keterlibatan masyarakat, sektor pertanian berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.(hdi/sep)
