Bupati Subang Segera Evaluasi, Agar Manajemen BUMD Subang Bisa Lebih Sehat

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengaku tengah menata kembali manajemen BUMD Subang bisa lebih sehat dan transparan.
Ia menyampaikan, meski realisasi dividen belum sepenuhnya optimal, pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama.
“Untuk BUMD sendiri saya sedang pelan-pelan, karena saya fokusnya satu-satu. Kemarin Subang Sejahtera (SS) baru kita tata,” terangnya kepada Pasundan Ekspres beberapa waktu lalu.
Bupati Reynaldy menambahkan, perhatian terhadap BUMD kini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah, setelah sebelumnya konsentrasi diarahkan pada penguatan sistem pemerintahan dan pelayanan publik.
“Saya sendiri juga belum mendapatkan laporan secara penuh tentang BUMD ini karena kemarin sedang fokus pemerintahan. Sehingga nanti BUMD dalam waktu dekat akan kita target,” ujarnya.
Reynaldy menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMD agar bisa memberikan kontribusi optimal terhadap PAD Subang.
“Alhamdulillah laporan kemarin sudah ada yang tercapai, tapi memang masih ada yang belum tercapai. Itu akan menjadi konsen saya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan seluruh BUMD dapat menyelesaikan kewajiban setor dividen sebelum akhir tahun anggaran 2025.
Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar menyampaikan, capaian tersebut berdasarkan laporan setoran dividen dan kontribusi dari sejumlah BUMD milik daerah.
“Kalau dilihat dari laporan, sudah masuk deviden Rp6.053.031.422 dari target Rp9.996.039.251 atau sekitar 60 persen,” ujar Khairil kepada Pasundan Ekspres, Senin (6/10/2025).
Khairil menyebut, setoran deviden Rp6,05 miliar ini dari berbagai BUMD. Antara lain berasal dari PT Bank Subang yang telah merealisasikan Rp4,3 miliar dari target Rp4,6 miliar.
Disusul PDAM Subang dengan realisasi Rp1 miliar dari target Rp1,8 miliar, dan PT Subang Energi Abadi sebesar Rp750 juta sesuai target.
Sementara itu, PT BPR KU Jabar dan PT Subang Sejahtera tercatat belum menyetorkan dividen hingga menjelang akhir semester II tahun ini.
