Busa Hitam yang Terbang di Pemukiman Warga Patokbeusi Diungkap DLH Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang merespon adanya busa hitam misterius beterbangan dan memasuki area permukiman warga di Dusun Kondang, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.
Busa hitam yang berterbangan itu terekam oleh warga yang melihatnya dan seketika viral di tengah masyarakat.
Pejabat Fungsional Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten subang, Cece Rahman mengungkapkan saat ini diduga busa tersebut berasal dari pemadaman kebakaran dari PT Dame di Karawang Barat beberapa Waktu lalu.
"Berdasarkan informasi dari Kabid Wasgakum, dugaan sementara dari foam pemadaman kebakaran pabrik Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (LB3) PT. Dame di Karawang barat, busa pemadaman dari kejadian tersebut terbawa angin ke arah wilayah Subang. Dalam beberapa hari tidak ada hujan disana kemungkinan terbawa angin sampai Subang," ucapnya.
Diketahui kejadian kebakaran tersebut terjadi pada hari Kamis malam (23/10/25). Kebakaran yang terjadi memang sangat sangat besar.
Bahkan, menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Karawang, Rohmat Ilyas, pihaknya memerlukan Waktu kurang lebih selama 8 jam hingga api padam.
"Api sulit dipadamkan lantaran yang terbakar limbah oli. Kami harus berupaya keras, dan total waktu pemadaman memakan waktu hingga delapan jam," ucapnya pada Jumat pagi (24/10/2025).
Cece mengatakan, meskipun dugaan busa hitam tersebut berasal ari pabrik LB3, nyatanya tidak berbau menyengat seperti apa yang ramai di media.
"Menurut keterangan dari PPLH yang diperintahkan kelapangan oleh Plt. Kadis yang turun pada hari Senin (27/10/205), berdasarkan keterangan warga yang atap rumahnya tepat mendarat awan hitam tersebut bahwa awan hitam itu tidak bau menyengat dan tidak mempermasalahkan. Tidak tahu siapa yang memposting dan beredar di media," ucapnya.
Ia menambahkan pada hari Senin itu juga turun hujan, sehingga awan hitam tersebut masuk ke drainase lingkungan.
Adapun karakteristik busa tersebut, yakni tidak berbau, dapat disiram dengan air, ada bagian seperti minyak, serta gelembung tidak mudah pecah.
"Pada saat dilakukan verifikasi lapangan, busa tersebut sudah tidak ada," ucapnya.
