Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Cara Membuat Akta Kematian di Subang: Syarat, Prosedur, dan Biayanya

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|20:00 WIB
Bagikan:
Cara Membuat Akta Kematian di Subang: Syarat, Prosedur, dan Biayanya
Mengurus dokumen kependudukan setelah anggota keluarga meninggal dunia merupakan hal penting yang perlu segera dilakukan.

PASUNDANEKSPRES.ID - Mengurus dokumen kependudukan setelah anggota keluarga meninggal dunia merupakan hal penting yang perlu segera dilakukan. Salah satu dokumen yang perlu diurus adalah akta kematian.

Bagi masyarakat Kabupaten Subang, mengetahui cara membuat akta kematian di Subang dapat membantu proses pengurusan menjadi lebih mudah dan menghindari berkas yang kurang lengkap.

Akta kematian merupakan dokumen resmi pencatatan sipil yang menjadi bukti bahwa seseorang telah meninggal dunia. Dokumen ini juga penting untuk memperbarui data pada Kartu Keluarga (KK) serta berbagai keperluan administrasi lainnya.

Syarat Membuat Akta Kematian di Subang

Sebelum datang ke tempat pelayanan administrasi kependudukan, pemohon sebaiknya menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan.

Dilansir dari Panduan Layanan Manual Desa Subang, persyaratan pencatatan kematian antara lain:

  • KK asli.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi KTP pelapor.
  • Fotokopi KTP dua orang saksi.
  • Surat keterangan meninggal dari dokter, perbekel/lurah, atau pihak yang berwenang.
  • Formulir permohonan pencatatan kematian.

Persyaratan dapat berbeda sesuai kondisi dan kebijakan pelayanan yang berlaku. Karena itu, masyarakat disarankan memastikan kembali kelengkapan dokumen kepada Disdukcapil atau unit pelayanan adminduk setempat sebelum mengajukan permohonan.

Cara Membuat Akta Kematian di Subang

Secara umum, berikut tahapan cara membuat akta kematian di Subang:

1. Siapkan surat keterangan kematian

Langkah pertama adalah memperoleh surat keterangan kematian. Jika seseorang meninggal di fasilitas kesehatan, dokumen keterangan kematian dapat diperoleh dari dokter atau fasilitas kesehatan terkait.

Apabila kematian terjadi di rumah, pelapor dapat berkoordinasi dengan pihak desa/kelurahan atau fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Lengkapi dokumen persyaratan

Setelah mendapatkan surat keterangan kematian, siapkan KK, KTP pelapor, KTP dua orang saksi, serta formulir permohonan.

Pastikan data dalam seluruh dokumen sesuai agar proses verifikasi berjalan lebih lancar.

3. Ajukan permohonan pencatatan kematian

Permohonan kemudian diajukan melalui layanan administrasi kependudukan yang tersedia di Kabupaten Subang.

Dalam panduan layanan Desa Subang, pelapor datang ke dinas bersama para saksi setelah berkas dinyatakan lengkap.

4. Proses verifikasi dan penerbitan akta

Petugas akan memeriksa dokumen dan data yang diajukan. Apabila persyaratan telah lengkap dan data sesuai, proses pencatatan kematian dapat dilanjutkan hingga penerbitan akta kematian.

Setelah akta kematian diterbitkan, data kependudukan keluarga juga perlu diperbarui apabila almarhum masih tercantum dalam KK.

Apakah Membuat Akta Kematian di Subang Dipungut Biaya?

Pengurusan dokumen administrasi kependudukan pada dasarnya merupakan pelayanan publik yang tidak dipungut biaya sesuai ketentuan administrasi kependudukan.

Namun, masyarakat tetap perlu memastikan informasi biaya dan ketentuan terbaru kepada Disdukcapil Kabupaten Subang karena prosedur pelayanan dapat mengalami perubahan.

Mengapa Akta Kematian Penting?

Mengurus akta kematian bukan hanya untuk mendapatkan dokumen pencatatan sipil. Dokumen tersebut juga dapat diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi, seperti:

  • Memperbarui data Kartu Keluarga.
  • Mengurus administrasi warisan.
  • Mengurus perubahan kepemilikan aset.
  • Keperluan administrasi perbankan dan asuransi.
  • Mengurus hak atau administrasi ahli waris.
  • Memperbarui data kependudukan agar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pemerintah Kabupaten Subang juga terus mendorong masyarakat untuk melaporkan peristiwa kematian. Dilansir dari laman Bawaslu Kabupaten Subang, pada Juni 2026 pemerintah desa didorong untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar setiap peristiwa kematian segera dilaporkan dan diadministrasikan dengan baik.

Berita Terbaru

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Subang24 menit lalu
Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Lifestyle1 jam lalu
Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Olahraga4 jam lalu
Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Nasional5 jam lalu
Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Headline5 jam lalu
PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta5 jam lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline5 jam lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle6 jam lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle6 jam lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat8 jam lalu