Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Curah Hujan Tinggi hingga Sungai Tak Terbendung, BPBD Ungkap Penyebab Banjir Subang

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|10:25 WIB
Bagikan:
Curah Hujan Tinggi hingga Sungai Tak Terbendung, BPBD Ungkap Penyebab Banjir Subang
BPBD Subang dan TNI AD membagikan bantuan makanan, dok: Istimewa

SUBANG - BPBD Ungkap Penyebab Banjir Subang. Banjir kembali melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kecamatan Pamanukan menjadi salah satu daerah terdampak terparah sekaligus ditetapkan sebagai lokasi posko banjir utama. Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Subang dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir.

Sekretaris Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Asep Sudrajat, menjelaskan banjir terjadi akibat sungai tidak mampu menampung debit air hujan yang meningkat drastis. Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi di hampir seluruh aliran sungai.

“Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di Subang dan melebihi kapasitas tampung air di beberapa sungai yang bermuara ke laut serta melintasi kecamatan-kecamatan di wilayah Pantura. Akibatnya, tanggul sungai meluap dan bocor, ditambah sedimentasi yang terjadi hampir di semua sungai,” ujar Asep Sudrajat Minggu (1/2/2026).

Di tengah musibah ini, sebagian warga menyebut banjir yang melanda Pamanukan dan sekitarnya sebagai siklus banjir lima tahunan. Hal tersebut mengingat kejadian serupa juga terjadi pada 2016 dan 2021 lalu.

Meski demikian, Asep menegaskan bahwa anggapan tersebut masih memerlukan kajian lebih mendalam. Namun secara umum, banjir besar di Subang hampir selalu diawali oleh tingginya intensitas curah hujan.

“Terkait siklus lima tahunan banjir besar di Kabupaten Subang memang perlu kajian lebih lanjut. Yang jelas, banjir selalu diawali dengan curah hujan yang tinggi,” katanya.

Upaya Penanganan Banjir

Sejak banjir mulai terjadi pada 23 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Subang melalui BPBD, dinas terkait, serta instansi vertikal telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga ke lokasi aman, pendirian posko banjir, serta penyediaan dapur umum dan dapur mandiri.

Hingga 31 Januari 2026, Pemkab Subang telah mendirikan tiga dapur umum dan sekitar tujuh dapur mandiri yang tersebar di wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan logistik masyarakat.

Sembilan Kecamatan Terdampak

Banjir di Kabupaten Subang tercatat berdampak pada sembilan kecamatan, mayoritas berada di wilayah Pantura, yakni Ciasem, Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Sukasari, Legonkulon, Blanakan, Pagaden, dan Compreng.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan air surut.

Berdasarkan data BPBD Subang hingga Sabtu malam (31/1/2026), banjir telah merendam 7.497 rumah. Sebanyak 13.716 kepala keluarga atau 31.716 jiwa terdampak. Selain itu, banjir juga merendam 27 sarana ibadah, 18 sekolah, 2.610 hektare areal persawahan, serta 334 hektare kolam.

BPBD mencatat sebanyak 272 kepala keluarga atau 630 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bupati Subang, Reynaldy, menyampaikan keprihatinan atas bencana tersebut dan meminta masyarakat untuk bersabar. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menugaskan aparat desa agar penyaluran logistik dilakukan langsung kepada warga melalui Rukun Tetangga (RT).

Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen penuh untuk terus melakukan penanggulangan banjir serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi

Berita Terbaru

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle35 menit lalu
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional1 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle1 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional2 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga2 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional3 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang3 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang3 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang3 jam lalu