Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

D'Castello Subang Fokus ke Segmen Corporate, Dampak Larangan Study Tour

E
EgiEditor: Egi
|05:50 WIB
Bagikan:
D'Castello Subang Fokus ke Segmen Corporate, Dampak Larangan Study Tour
D'Castello Subang, destinasi wisata tematik yang dikenal dengan konsep taman bunga dan bangunan ala Istana Kremlin Rusia.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Kebijakan larangan study tour bagi siswa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, khususnya objek wisata edukatif dan rekreatif yang selama ini menjadi destinasi favorit sekolah. 

Salah satunya adalah D'Castello Subang, destinasi wisata tematik yang dikenal dengan konsep taman bunga dan bangunan ala Istana Kremlin Rusia.

Larangan tersebut membuat kunjungan dari sekolah-sekolah menurun drastis.

Mayoritas pengunjung D'Castello sebelumnya berasal dari rombongan sekolah, terutama pada musim liburan semester atau setelah ujian nasional.

Kini, sejak adanya larangan study tour, pengelola objek wisata pun harus beradaptasi.

"Mayoritas pasar kita memang anak sekolah. Dengan adanya larangan study tour ini, mau tidak mau kami harus berinovasi dengan cara menjaring pengunjung dari kalangan korporat," ujar Guntara, Kepala Tim Pemasaran D'Castello Subang saat ditemui, Selasa (8/7/2025).

Akibat anjloknya jumlah pengunjung, sejumlah objek wisata di wilayah Subang Selatan bahkan terpaksa melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja (layoff).

Hal ini turut dirasakan oleh D'Castello, meski belum dijelaskan secara rinci jumlah karyawan yang terdampak.

Sebagai bentuk adaptasi, D'Castello kini memfokuskan strategi pemasarannya pada segmen Corporate atau perusahaan.

Langkah ini dinilai lebih realistis karena instansi swasta maupun pemerintahan masih memiliki kebijakan kunjungan atau outing sebagai bentuk rekreasi tahunan karyawan.

"Tim pemasaran kami gencar menyasar berbagai perusahaan di Tangerang, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Serang, dan daerah lainnya. Dengan harapan bisa menjaring tamu dari kalangan korporat," tambah Guntara.

Tak hanya itu, pengelola juga melakukan terobosan dengan meluncurkan promo tiket super hemat khusus musim liburan sekolah.

Dengan harga tiket hanya Rp90.000–Rp100.000, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh 19 wahana yang tersedia di kawasan wisata tersebut.

"Ini super hemat, ya. Dari 19 wahana tersebut, 40 persennya wahana anak dan 60 persennya wahana dewasa. Pengunjung cukup membeli tiket Rp90.000–Rp100.000 saja," jelasnya.

Strategi ini rupanya cukup ampuh menarik minat pengunjung keluarga. Salah satu di antaranya, Andi Nugraha, warga Kasomalang yang datang bersama keluarga untuk mengisi liburan sekolah anak-anaknya.

"Pakai tiket super hemat, dong. Lumayan, dengan Rp90.000 bisa naik 19 wahana. Kalau beli tiket reguler kan bisa kena Rp250.000 lebih," ujarnya puas.

Langkah D'Castello mengubah strategi pemasaran ke segmen non-pelajar dianggap sebagai bentuk adaptasi kreatif di tengah regulasi yang membatasi mobilitas siswa.

Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan pentingnya diversifikasi pasar dalam bisnis pariwisata agar tidak terlalu bergantung pada satu segmen saja.

Selain menargetkan perusahaan-perusahaan besar di sekitar Jabodetabek dan Jawa Barat, D'Castello juga mulai menggandeng komunitas-komunitas dan instansi non-formal untuk kegiatan gathering, retreat, hingga acara keluarga besar.

Kendati terdampak cukup signifikan, pihak pengelola tetap optimis bahwa industri wisata Subang bisa bangkit kembali.

Mereka berharap adanya kebijakan lanjutan yang lebih fleksibel, serta dukungan dari pemerintah untuk menggeliatkan pariwisata lokal tanpa mengesampingkan faktor keselamatan dan pendidikan siswa.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Pesan Menteri Nusron di Peringatan HANTARU 2026: Transformasi, Melayani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Pesan Menteri Nusron di Peringatan HANTARU 2026: Transformasi, Melayani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Subang5 menit lalu
PKKMB Universitas Mandiri Subang Diikuti 508 Mahasiswa Baru, Rektor Tekankan Pentingnya Kemandirian dan Budaya Akademik

PKKMB Universitas Mandiri Subang Diikuti 508 Mahasiswa Baru, Rektor Tekankan Pentingnya Kemandirian dan Budaya Akademik

Subang6 menit lalu
Pilkades Digital Subang Jadi Perhatian, Ini Kata Anggota DPRD

Pilkades Digital Subang Jadi Perhatian, Ini Kata Anggota DPRD

Subang28 menit lalu
Netflix Rilis Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal, Kasus Brigadir J Kembali Diurai

Netflix Rilis Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal, Kasus Brigadir J Kembali Diurai

Lifestyle38 menit lalu
ADVERTISEMENT
Suling Amis Jadi Ruang Komunikasi, Kapolres Subang Perkuat Kedekatan dengan Warga

Suling Amis Jadi Ruang Komunikasi, Kapolres Subang Perkuat Kedekatan dengan Warga

Subang40 menit lalu
BAZNAS Subang Bantu Rutilahu Warga Kaliangsana, Harapan Warmin Miliki Rumah Layak Kembali Tumbuh

BAZNAS Subang Bantu Rutilahu Warga Kaliangsana, Harapan Warmin Miliki Rumah Layak Kembali Tumbuh

Headline45 menit lalu
Daratan Baru Muncul Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Kata Badan Geologi

Daratan Baru Muncul Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Kata Badan Geologi

Nasional1 jam lalu
Hotel Dekat Kawasan Industri Subang, Ini Pilihan untuk Pekerja dan Investor

Hotel Dekat Kawasan Industri Subang, Ini Pilihan untuk Pekerja dan Investor

Lifestyle1 jam lalu
Karim Benzema ke Persib Makin Ramai, Tapi Benarkah Maung Bandung Siap Datangkan Sang Legenda?

Karim Benzema ke Persib Makin Ramai, Tapi Benarkah Maung Bandung Siap Datangkan Sang Legenda?

Olahraga2 jam lalu
Gagas Kampung Toleransi, Ketua PCNU Purwakarta: Semua Agama Punya Hak Sama

Gagas Kampung Toleransi, Ketua PCNU Purwakarta: Semua Agama Punya Hak Sama

Purwakarta2 jam lalu