Dari Patimban, Penta Ocean Construction Nyalakan Harapan Generasi Muda Bebas HIV/AIDS

SUBANG–Pembangunan Pelabuhan Patimban tidak hanya menghadirkan infrastruktur. Di tengah aktivitas proyek, edukasi mengenai HIV/AIDS juga terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus menekan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui HIV/AIDS Awareness Event 2026 yang digelar Penta Ocean Construction dan mitra konsorsium dalam rangkaian program tahunan Patimban Port Development Project Package 6 (PTRPWJ Consortium).
Kegiatan yang berlangsung pada 13 Agustus 2026 di SMA Negeri 1 Pusakanagara, Kabupaten Subang, itu melibatkan sekitar 1.200 siswa, guru, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan konsep edutainment, edukasi HIV/AIDS disampaikan melalui dialog interaktif, kuis, hingga penampilan kreatif siswa. Materi yang diberikan mencakup cara penularan, pencegahan, pentingnya tes HIV, serta perlakuan terhadap ODHA tanpa stigma dan diskriminasi.
“Mengetahui fakta tentang HIV adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Program edukasi HIV/AIDS di lingkungan proyek sendiri telah berjalan sejak fase konstruksi dimulai pada Januari 2023. Edukasi diberikan kepada pekerja melalui small group session, large group session, hingga kunjungan ke rumah warga di sekitar wilayah yang terdampak kegiatan pembangunan Pelabuhan Patimban.
Lebih dari 5.900 pekerja telah mengikuti sesi edukasi HIV/AIDS sejak 2023.
Edukasi tersebut diarahkan agar pekerja tidak hanya memperoleh informasi yang benar, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan sosialnya.
Program kemudian diperluas dengan menyasar generasi muda melalui kegiatan di lingkungan sekolah. Generasi muda dinilai perlu memiliki pengetahuan yang benar mengenai HIV/AIDS, termasuk mengenai pencegahan penularan dan bagaimana memperlakukan ODHA.
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah stigma. Informasi yang keliru dan ketakutan terhadap HIV/AIDS disebut dapat membuat sebagian orang enggan melakukan tes maupun mengakses pengobatan.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan bahwa HIV tidak menular melalui jabat tangan, pelukan, berbagi makanan, atau menggunakan fasilitas umum bersama.
Orang dengan HIV/AIDS yang rutin mengonsumsi obat untuk menjaga viral load hingga tidak terdeteksi juga disebut dapat mencapai kondisi ketika virus HIV tidak lagi dapat menularkan kepada orang lain.
Upaya penanggulangan HIV/AIDS, menurut program tersebut, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah berperan melalui kebijakan dan layanan kesehatan, tenaga kesehatan melalui edukasi, konseling dan pendampingan, sekolah dan keluarga dalam membangun pengetahuan generasi muda, dunia usaha melalui program kesehatan di tempat kerja dan pemberdayaan masyarakat, serta komunitas melalui dukungan sosial dan penghapusan stigma.
“Pembangunan yang berkelanjutan bukan hanya tentang infrastruktur tetapi juga tentang manusia yang sehat, berdaya saing dan bebas diskriminasi.”
Melalui program tersebut, edukasi HIV/AIDS di lingkungan proyek dan sekolah diarahkan menjadi bagian dari upaya membangun pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS.
Dari Patimban, pesan yang dibawa bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga pentingnya membangun generasi muda yang berani mengetahui fakta, peduli terhadap sesama, dan menolak stigma terhadap ODHA.
