Dedi Mulyadi Kunjungi Keluarga Korban Tersengat Listrik, Janji Bantu Renovasi Rumah dan Pendidikan Anak

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersengat listrik saat kegiatan gotong singa di wilayah Subang. Dalam kunjungan tersebut, Dedi bertemu langsung dengan istri dan keluarga korban untuk mendengarkan kronologi kejadian sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan. Informasi ini dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Senin (8/6/2026).
Dalam dialog dengan keluarga korban, Dedi mendapatkan penjelasan bahwa korban baru pertama kali bergabung dalam kegiatan gotong singa dan bertugas membantu bagian sound system. Kecelakaan terjadi ketika peralatan sound system diduga bersentuhan dengan kabel listrik yang mengalami kerusakan sehingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Kronologi Korban Tersengat Listrik Saat Kegiatan Gotong Singa
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula ketika salah satu anggota kru berada di bagian atas dan berupaya menangani kabel listrik yang berada di sekitar jalur peralatan sound system. Kabel yang diduga mengalami lecet kemudian menyebabkan sengatan listrik dan memicu kecelakaan beruntun yang berujung pada jatuhnya korban serta tersengatnya pekerja lain yang berada di bawah.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk dua saudara yang tergabung dalam kelompok gotong singa tersebut.
Dedi Mulyadi Soroti Nasib Anak-Anak Korban
PAUNDANEKSPRES.ID - Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus kepada anak-anak korban yang kini kehilangan sosok ayah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pendidikan anak agar tetap berjalan meskipun keluarga sedang menghadapi masa sulit.
Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih berusia sekolah. Menurut keluarga, korban sebelumnya bekerja serabutan, mulai dari buruh proyek, pekerja harian, hingga membantu kegiatan hiburan rakyat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dedi juga meminta agar bantuan yang diberikan nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan dan masa depan anak-anak korban.
Berikan Bantuan dan Janji Renovasi Rumah
Pada kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta sebagai pegangan sementara bagi keluarga korban. Ia meminta agar dana tersebut disimpan dan digunakan untuk kebutuhan pokok serta pendidikan anak-anak.
Selain bantuan tunai, Dedi juga berjanji akan membantu renovasi rumah keluarga korban senilai Rp20 juta apabila keluarga memutuskan untuk tinggal di rumah tersebut bersama anak-anak mereka.
Tidak hanya itu, Dedi juga menawarkan bantuan untuk mencarikan pekerjaan bagi istri korban agar memiliki penghasilan tetap dan dapat melanjutkan kehidupan bersama anak-anaknya.
Fokus pada Pemulihan Keluarga Korban
Kunjungan Dedi Mulyadi tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka. Ia berharap keluarga korban dapat bangkit kembali dan tetap memperhatikan masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
Menurut Dedi, perhatian terhadap keluarga korban menjadi hal penting agar mereka tidak menghadapi kesulitan ekonomi berkepanjangan setelah kehilangan tulang punggung keluarga.
