Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Desa Anggasari di Subang Krisis Air Asin, Lima Tahun Gagal Tanam Padi

M
Muhammad FaisalEditor: Dede
|05:00 WIB
Bagikan:
Desa Anggasari di Subang Krisis Air Asin, Lima Tahun Gagal Tanam Padi
Kepala Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Sukendi, saat diwawancarai Pasundan Ekspres terkait permasalahan air asin yang melanda desanya.(Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Akibar abrasi yang menyebabkan krisis air asin, Ratusan hektar sawah di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, tidak bisa lagi ditanami padi.

Kepala Desa Anggasari, Sukendi, mengungkapkan kepada Pasundan Ekspres bahwa permasalahan air asin tersebut telah menghambat produktivitas pertanian di desanya secara signifikan.

“Desa saya saat ini terbelenggu persoalan air asin seluas kurang lebih 326 hektare. Selama hampir lima tahun, warga tidak bisa menanam padi,” ujar Sukendi kepada Pasundan Ekspres.

Ia menjelaskan, dari total 562 hektare lahan sawah yang dimiliki desa, kini hanya sekitar 236 hektare yang masih bisa digarap. Kondisi itu disebabkan oleh tanggul yang rusak akibat abrasi air laut dan pasang surut yang terus terjadi setiap tahun.

Untuk menahan abrasi, pemerintah desa bersama warga melakukan upaya gotong royong dengan menanam mangrove di sepanjang tanggul. Langkah ini dilakukan dengan dukungan Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) yang turut membantu pemulihan kawasan pesisir.

“Alhamdulillah, kami bersama warga sudah berupaya menahan abrasi dan menanam mangrove di pinggir pantai,” ujarnya.

Selain membantu rehabilitasi lingkungan, YLNI juga mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan lahan yang terdampak air asin melalui budidaya perikanan.

“YLNI menawarkan agar lahan yang tergenang air asin bisa dimanfaatkan. Kami diberikan bibit ikan dan udang sebagai kompensasi, agar tanah tidak menganggur,” jelas Sukendi.

Namun, hingga kini persoalan air asin di Anggasari belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Sukendi menyebut, satu-satunya langkah besar yang pernah dilakukan adalah normalisasi saluran air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sepanjang hampir delapan kilometer.

“Belum ada tindakan signifikan dari Pemda. Yang baru dilakukan itu normalisasi oleh BBWS, sekitar delapan kilometer,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah beberapa kali berdialog dengan Bupati Subang agar permasalahan ini segera ditangani secara menyeluruh, mengingat dampaknya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat pesisir.

“Saya sudah membicarakan langsung dengan Pak Bupati agar ada penanganan serius untuk persoalan ini,” ujarnya berharap.

Sukendi menegaskan, masyarakat Anggasari hanya menginginkan solusi nyata agar mereka bisa kembali menanam padi seperti dulu.

“Kami berharap permasalahan air asin ini segera diatasi. Masyarakat sudah terlalu lama kesusahan,” pungkasnya.(fsh/ded)

Berita Terbaru

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Nasional22 menit lalu
Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Nasional33 menit lalu
Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional1 jam lalu
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional2 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga3 jam lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional3 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang3 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional3 jam lalu
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional3 jam lalu
Desa Anggasari di Subang Krisis Air Asin, Lima Tahun Gagal Tanam Padi | Pasundan Ekspres