Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Desa di Subang Belum Bisa Ajukan Bantuan Provinsi, Masih Menunggu Petunjuk Teknis

E
EgiEditor: Egi
|05:19 WIB
Bagikan:
Desa di Subang Belum Bisa Ajukan Bantuan Provinsi, Masih Menunggu Petunjuk Teknis
Kepala Bidang PKD Dispemdes Subang Dadi Iskandar, saat menerima berkas ajuan permohonan pencairan anggaran desa.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Hingga triwulan kedua tahun 2025 ini, pemerintah desa belum bisa mengajukan bantuan provinsi/ bantuan Gubernur. Pasalnya, sampai saat ini Pemprov Jabar belum mengeluarkan juknis terkait bantuan tersebut 

Kabid  Pengelolaan Keuangan Desa Dispemdes Subang, Dadi Iskandar mengatakan, juknis atau petunjuk teknis sangat penting, di mana nantinya anggaran Banprov/Bangub yang turun ke desa sudah ada flotingnya, sudah diatur alokasinya untuk apa saja, sehingga desa tinggal melaksanakannya saja.

Seperti  contoh tahun lalu, Banprov dengan besaran sekitar Rp 135 jutaan. Dari angka itu, sudah diatur, alokasi untuk fisik, non fisik dan lain sebagainya, sebagaimana yang sudah tertuang dalam juklak dan juknis penggunaan dana Banprov tersebut. "Ya intinya, pemdes belum bisa ajukan dana banprov, masih menunggu juknis nya," kata Dadi.

Sementara itu, terkait ADD non siltap tahap 1, dari 245 desa yang mengajukan permohonan pencairan, baru 75 desa yang sudah mengakukan. Sedangkan untuk ADD siltap bulan  April sudah 242 desa yang mengusulkan permohonan pencairan. "Soal Siltap, lancar ya. Untuk siltap bulan April,

242 desa sudah mengajukan, tinggal nunggu  proses di BKAD dan Bjb," tuturnya.

Selanjutnya untuk Bantuan Keuangan Untuk Desa (BKUD) tahap 1, sudah 244 desa, mengajukan permohonan pencairannya. "Semua ajuan sudah kami proses, dari ADD, BKUD semuanya sudah diverifikasi, proses selanjutnya ada di BKAD," tukasnya.(dan/sep)

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional39 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang1 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional1 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat2 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta3 jam lalu