Dikritik Warga, Reses DPRD Subang Dinilai Hanya Seremonial

SUBANG–Kritik pedas disampaikan warga Subang Selatan, Ulul Fahmi Fauzy, terkait pelaksanaan reses anggota DPRD Kabupaten Subang.
Menurutnya, kegiatan reses yang seharusnya menjadi sarana menjaring aspirasi masyarakat kini justru terkesan hanya formalitas belaka.
“Reses nyatanya tidak berfungsi dengan baik. Hanya dijadikan ajang seremonial biasa, sekadar menggugurkan kewajiban bahwa anggota dewan harus melaksanakan reses,” ujar Ulul saat ditemui Pasundan Ekspres di Situ Cigayonggong, Kasomalang, Senin (15/9/2025).
Ulul menegaskan, reses seharusnya menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat. Namun, kenyataan di lapangan berbeda.
“Yang terjadi, reses hanya sebatas kumpul-kumpul, minum kopi, lalu selesai tanpa ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Menurut Ulul, reses yang dilaksanakan tanpa kesungguhan akan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap DPRD.
Ia meminta agar setiap anggota dewan benar-benar mencatat dan memperjuangkan usulan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan langsung.
“Seharusnya reses menjadi momen bercengkrama dan mendengarkan aspirasi rakyat, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Selain itu, Ulul juga menyinggung soal tunjangan anggota DPRD. Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi persoalan selama kinerja para wakil rakyat benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Selama proses kerjanya tepat, soal tunjangan saya tidak mempermasalahkan,” tukasnya.(hdi/ded)
