Disparpora Subang Siapkan Edukasi Kopi hingga Hiburan Masyarakat Lewat Kabizza Fest

SUBANG - (Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga) Disparpora Subang melalui Bidang Kepemudaan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kabizza Fest 2026 yang akan digelar pada Kamis 30 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Halaman Kantor Kecamatan Pagaden.
Festival yang mengusung tema "Festival Kopi dan Lomba Barista" ini merupakan hasil kolaborasi antara Disparpora Kabupaten Subang dan Komunitas Menyeduh. Hal itu sebagai upaya memperkuat ekosistem kopi lokal sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.
Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kabupaten Subang, Iin Inderawati, mengatakan Kecamatan Pagaden dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki akses yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang.
Menurutnya, kolaborasi bersama Komunitas Menyeduh menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan Kabizza Fest tahun ini. Komunitas tersebut dinilai memiliki pengalaman dalam membangun budaya ngopi yang edukatif.
Sehingga festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan wawasan mengenai kualitas kopi, teknik penyeduhan, hingga peluang bisnis di industri kopi. "Komunitas Menyeduh memiliki pengalaman dalam membangun budaya ngopi yang edukatif.
Sinergi antara pemerintah dan komunitas diharapkan mampu menghadirkan festival yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai kualitas kopi, teknik penyeduhan, hingga peluang bisnis di industri kopi," ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan rangkaian acara yang telah disiapkan panitia, Kabizza Fest 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Pengunjung dapat menikmati Bazar Wirausaha Muda yang menampilkan beragam produk kreatif anak muda Subang, tenan petani kopi yang memperkenalkan kopi unggulan dari berbagai wilayah penghasil kopi di Kabupaten Subang, serta Festival Kopi dan Lomba Barista yang menjadi ajang unjuk kemampuan para peracik kopi lokal.
Tak hanya itu, suasana festival juga akan semakin semarak dengan penampilan live musik dan hiburan dari DJ, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang datang. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mampu menjadi ruang interaksi antara pelaku UMKM, petani kopi, komunitas, hingga masyarakat umum.
Iin menjelaskan, hingga saat ini persiapan pelaksanaan telah memasuki tahap akhir. Koordinasi dengan seluruh stakeholder, komunitas kopi, peserta UMKM, serta berbagai pihak pendukung terus dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.
Selain berbagai agenda yang ditampilkan dalam festival, pengunjung juga akan memperoleh pengalaman melalui kegiatan edukasi kopi, coffee brewing experience, talkshow kewirausahaan, promosi produk unggulan daerah, hingga aktivitas komunitas yang melibatkan generasi muda. Maka seluruh kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan masyarakat mengenai potensi besar industri kopi sebagai sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan.
Disparpora berharap masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga membangun jejaring usaha, mengenal lebih dekat produk kopi khas Subang, serta memberikan dukungan kepada para petani kopi dan pelaku UMKM lokal.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini sejalan dengan slogan "Pemuda Bergerak, Subang Ngabret", yang menegaskan peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah.
Lebih jauh, Iin menegaskan Kabizza Fest merupakan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan yang berkelanjutan. Setelah festival selesai, Disparpora akan terus memperkuat program pelatihan kewirausahaan, digital marketing, peningkatan kapasitas UMKM muda, pendampingan usaha, hingga memperluas jaringan pemasaran melalui berbagai kemitraan.
"Kami ingin membangun identitas Kopi Subang sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memiliki daya saing. Kabizza Fest bukan sekadar festival tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk melahirkan wirausaha muda, memperkuat branding kopi lokal, serta menjadikan pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Subang," tutupnya.(znl/sep)
